Faskes Covid-19 di Tangerang Hanya Terisi 15%

Faskes Covid-19 di Tangerang Hanya Terisi 15%
Ilustrasi Covid-19. (Foto: Antara)
Chairul Fikri / Bhakti Hariani / HS Senin, 6 Juli 2020 | 08:47 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Dinas Kesehatan terus berupaya maksimal untuk menekan penyebaran pasien positif di wilayah Kabupaten Tangerang. Adapun pasien positif yang ditangani tiga rumah sakit rujukan dan satu rumah singgah untuk isolasi pasien Covid-19 hanya terisi 15-20 persen dari jumlah ruangan dan tempat tidur yang disediakan.

Hal itu diungkapkan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tangerang dr Hendra Tarmizi kepada SP, Minggu (5/7).

"Sejauh ini Pemkab Tangerang sendiri menyediakan 510 tempat tidur untuk pasien Covid-19 di 3 rumah sakit dengan tambahan 100 tempat tidur di rumah singgah Griya Anabatic yang khusus sebagai lokasi isolasi. Sampai saat ini tinggal 15 persen yang masih dirawat di rumah sakit dan 20 persen yang masih dirawat di rumah singgah Covid-19. Untuk pasien yang berstatus ODP dan PDP yang masih dipantau banyak yang melakukan isolasi mandiri yang pengawasannya dilakukan Puskesmas setempat dibantu Satgas tingkat RT dan RW," ungkap Hendra.

Dia menjelaskan, jumlah wilayah yang menjadi zona merah di Kabupaten Tangerang juga semakin hari semakin menurun. Bahkan hingga kini sudah ada 14 kecamatan di wilayah Kabupaten Tangerang yang masuk zona hijau.

"Sudah 40 persen penurunan kasus Covid 19 terjadi di Kabupaten Tangerang. Sekarang sisa hanya 15 kecamatan yang masih ada penderita Covid-19 sisanya yang 14 kecamatan masuk zona hijau, tidak ada pasien yang berstatus positif," tandasnya.

Hingga kini, berdasarkan web https://covid19.tangerangkab.go.id/, pasien terkonfirmasi positif di wilayah Kabupaten Tangerang sendiri berjumlah 277 pasien dengan rincian 39 pasien positif masih menjalani perawatan, 224 orang dinyatakan sudah sembuh, dan 14 orang dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Depok menyentuh 800 kasus atau hingga Sabtu (4/7) bertambah 10 kasus dari hari sebelumnya.

"Ada penambahan 10 kasus terkonfirmasi positif hari ini, sehingga totalnya menjadi 800 kasus," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok Mohammad Idris di Depok, Jawa Barat, Minggu (5/7).

Penambahan tersebut berasal dari tindaklanjut program rapid test Kota Depok yang ditindaklanjuti dengan swab dan PCR di Laboratorium RS UI sebanyak 6 kasus dan 4 kasus merupakan hasil pemeriksaan dari Laboratorium Kesehatan Kota Depok (Labkesda).

Idris mengatakan, bersamaan dengan itu, jumlah pasien positif yang sembuh pun mengalami penambahan sebanyak 8 orang. Jadi, totalnya saat ini menjadi 564 orang atau 70,50 % dari seluruh kasus konfirmasi positif yang ada di Kota Depok.
Idris berharap persentase kesembuhan ini terus meningkat, dan angka kesakitan bisa terus ditekan.

"Ingat selalu disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan adalah kunci menekan laju peningkatan kasus," tutur Idris yang juga Wali Kota Depok ini.

Untuk jumlah pasien positif yang meninggal masih 34 orang atau tidak ada penambahan. Sedangkan untuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah 1 orang, menjadi 1592 orang. Dengan rincian, 1345 orang dinyatakan selesai pengawasan dan 247 orang masih dalam pengawasan.

Lalu, untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kota Depok tercatat 4160 orang, dimana 3544 orang dinyatakan selesai pemantauan dan 616 orang masih dalam pemantauan.



Sumber: BeritaSatu.com