36 Orang Positif Covid-19 dari Klaster PT Unilever Bekasi

36 Orang Positif Covid-19 dari Klaster PT Unilever Bekasi
Ilustrasi "swab test". (Foto: ANTARA FOTO / Anindira Kintara)
Mikael Niman / JAS Minggu, 5 Juli 2020 | 18:33 WIB

Bekasi, Beritasatu - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi memastikan, tidak ada penambahan kasus baru positif Covid-19 dari klaster buruh PT Unilever Indonesia Tbk, di Kawasan Industri Jababeka Cikarang.

“Data terakhir, pegawai yang positif sebanyak 21 orang,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah, Minggu (5/7/2020).

Dari 21 pegawai tersebut, terdapat 15 anggota keluarga buruh yang ikut terpapar Covid-19. Jadi, total ada 36 kasus positif Covid-19 dari klaster kawasan industri.

Pemkab Bekasi juga telah menghentikan sementara operasional pabrik sejak ditemukan kasus Covid-19 di pabrik tersebut, sejak Jumat (26/6/2020) lalu. Unit usaha PT Unilever yang terpapar di bagian engineering yang memproduksi minuman teh (tea based beverages/TBB).

“Operasional pabrik sudah dihentikan sementara untuk batas waktu yang belum ditentukan, kita lihat kondisi ke depannya,” imbuhnya.

Pihaknya, telah melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) terhadap seluruh pegawai yang berjumlah 265 orang, termasuk anggota keluarganya. Kini, seluruh karyawan yang terkonfirmasi sudah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah dan Wisma Ki Hajar Dewantara di Jababeka Cikarang. Sedangkan, pelacakan terhadap keluarga pegawai telah dilakukan seluruhnya.

Sebelumnya, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja meminta jajarannya untuk meningkatkan pengawasan, sinergi, dan koordinasi yang baik setelah ditemukannya kembali klaster dari kawasan industri di Kabupaten Bekasi.

“Kita kan daerah industri. Jadi, harus betul-betul dijaga, jangan sampai ada lagi penambahan klaster Covid-19 baru dari kawasan industri,” ujar Eka.

Bupati meminta, pengusaha di kawasan industri Kabupaten Bekasi untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat agar penyebaran serupa tak terulang kembali.

Terpisah, Direktur Corporate Affairs dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk, Sancoyo Antarikso, dalam keterangan tertulisnya, mengatakan pihaknya tengah fokus menerapkan berbagai langkah preventif dalam upaya menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan.

Sejak awal pandemi, kata Sancoyo, pihaknya telah melakukan zonasi pada kompleks pabriknya. Kompleks pabrik Unilever Cikarang terdapat beberapa gedung dengan protokol pemisahan zona kerja dan area produksi yang ketat. Karyawan hanya diperbolehkan bekerja di zona masing-masing, dan tidak dapat melintas zona kerja dan area produksi untuk alasan apapun.

“Kami akan terus memastikan bahwa semua standar keselamatan dan kesehatan kerja di pabrik kami terpenuhi sebelum kami kembali pada operasional normal,” ujarnya.

Langkah-langkah yang diterapkan PT Unilever Indonesia Tbk di gedung TBB pabrik Cikarang adalah protokol keamanan untuk seluruh fasilitas operasional Unilever di seluruh Indonesia, di antaranya pemberlakukan larangan perjalanan, pengaturan kerja dari rumah untuk karyawan yang bekerja di kantor, tim dokter perusahaan yang siaga membantu karyawan di daerah masing-masing, serta pemantauan kesehatan yang dilakukan setiap hari dengan standar pengawasan dan prosedur tindak lanjut yang ketat.

Selain PT Unilever, sebelumnya juga terjadi penyebaran Covid-19 di kalangan buruh PT Denso Indonesia, namun kasus ini sudah tertangani.



Sumber: BeritaSatu.com