Aturan PSBB Transisi Harus Dipertegas

Aturan PSBB Transisi Harus Dipertegas
Warga Padati Car Free Day (CFD) Pertama di Masa PSBB Transisi, Minggu 21 Juni 2020. (Foto: Beritasatu.com / Joanito De Saojoao)
Yustinus Paat / FER Kamis, 2 Juli 2020 | 22:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi selama 14 hari terhitung mulai 3 Juli hingga 16 Juli 2020.

Baca Juga: Langkah Anies Perpanjang PSBB Transisi Dinilai Tepat

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta menilai, keputusan perpanjangan tersebut tepat dilaksanakan. Pasalnya, PSBB transisi periode sebelumnya dinilai gagal menekan angka penyebaran virus Covid-19.

Anggota Fraksi PSI, William Aditya Sarana mencatat penambahan kasus rata-rata Covid-19 di Jakarta masih tinggi, mencapai 165 kasus per hari.

"Positivity rate DKI masih di atas 5 persen, artinya masih banyak kasus Covid-19 yang belum terdeteksi dan potensi penularan tetap tinggi,” ujar William dalam keterangan persnya, Kamis (2/7/2020).

Baca Juga: Penumpang MRT Jakarta Meningkat di Fase PSBB Transisi

Tingginya angka tersebut, kata William, turut dipengaruhi oleh minimnya pengawasan dan penegakan protokol kesehatan selama masa PSBB transisi. Aturan paling dasar seperti penggunaan masker dan jaga jarak masih belum diterapkan meski sudah peraturan dan sanksi yang mengatur.

"Lemahnya penegakan aturan ini berpotensi membentuk klaster baru, lihat saja di pasar tradisional, sudah ada lebih 152 pedagang positif Covid-19 di 68 pasar,” ungkap William.

William juga menilai Pemprov DKI Jakarta salah kaprah dengan mengadakan kegiatan car free day (CFD) di 32 titik berbeda. Pasalnya, PSBB Transisi artinya kegiatan dibatasi maksimal 50 persen dari sebelumnya, bukan justru memecah keramaian di 32 titik se-Jakarta.

Baca Juga: Pakar Minta PSBB Transisi DKI Jakarta Diperpanjang

"Ini jelas melanggar protokol kesehatan, kesehatan masyarakat dipertaruhkan, tidak heran kalau ada lonjakan penambahan kasus positif dua minggu terakhir,” tandasnya.

William meminta aturan protokol kesehatan dipertegas pada masa perpanjangan PSBB transisi. Tahapan sosialisasi yang sudah dilaksanakan pada periode sebelumnya dan pada tahap perpanjangan ini penegakan aturan dan sanksi harus diperketat untuk menekan angka penyebaran infeksi Covid-19.

"Jakarta untuk tetap waspada dan tidak gegabah, masih ada 27 RW zona merah di Jakarta. Di masa perpanjangan ini, saatnya penegakan aturan dipertegas,” pungkas William.



Sumber: BeritaSatu.com