Petugas Masih Berlakukan SIKM di Perbatasan Bodetabek-DKI Jakarta

Petugas Masih Berlakukan SIKM di Perbatasan Bodetabek-DKI Jakarta
Pendatang yang terjaring tidak memiliki surat izin keluar masuk (SIKM), diarahkan ke Gelanggang Remaja Pulogadung, Jaktim, Jumat (5/6/2020). (Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Fajarta Barus)
Mikael Niman / YUD Minggu, 28 Juni 2020 | 18:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih memberlakukan surat izin keluar masuk (SIKM) di wilayah perbatasan Bodetabek. SIKM masih berlaku bagi warga yang hendak keluar-masuk Jakarta selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Transisi.

“Hingga saat ini, kami masih memberlakukan SIKM di wilayah perbatasan Jakarta,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta, Syafrin Lupito, Minggu (28/6/2020).

Dia mengatakan, pemberlakuan SIKM berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 60 Tahun 2020 tentang Pengendalian Kegiatan Bepergian di Provinsi DKI Jakarta dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Pemprov DKI memberlakukan PSBB Transisi sejak 19 Juni-2 Juli 2020. Selama periode ini, petugas masih menerapkan SIKM bagi warga yang hendak keluar-masuk wilayah DKI Jakarta.

Pemeriksaan SIKM berlaku bagi pelat nomor pengendara selain pelat B atau pengendara yang berdomisili di luar wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Sementara itu, Humas Tol Jakarta-Cikampek Hendra Damanik, mengatakan petugas gabungan yang berpatroli di pos pantau Cikarang Barat KM 31A dan Karawang Barat KM 47B, sudah tak lagi bersiaga di pos pantau.

Dengan begitu, warga yang hendak menggunakan Tol Jakarta-Cikampek, tak lagi dilakukan pemeriksaan SIKM. Petugas juga tak lagi melakukan penyekatan kendaraan di dalam tol.

“Pemeriksaan SIKM di Tol Jakarta-Cikampek sudah ditiadakan,” ujar Hendra Damanik.

Hal itu, kata dia, bersamaan dengan dibukanya kembali pengoperasian Tol Layang Jakarta-Cikampek II, pada 7 dan 8 Juni 2020 lalu.



Sumber: BeritaSatu.com