TNI-Polri Terus Lakukan Pengawasan dan Penegakan Disiplin

TNI-Polri Terus Lakukan Pengawasan dan Penegakan Disiplin
Pengguna transportasi MRT bersama prajurit TNI yang berjaga di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Bayu Marhaenjati / WM Kamis, 4 Juni 2020 | 19:52 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan melaksanakan fase transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menuju hidup aman, sehat, dan produktif, pada Juni 2020. TNI-Polri bakal terus melakukan pengamanan, pengawasan dan penegakan disiplin.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, terkait penerapan fase transisi PSBB, TNI-Polri sebagai garda yang dikedepankan untuk penegakan disiplin akan terus melakukan pengamanan dan pengawasan.

"Jadi kami dalam hal ini sudah melakukan rapat koordinasi, juga sudah langsung terjun di lapangan dalam hal pengamanan, pengawasan dan penegakan disiplin, khususnya yang sudah dilakukan di beberapa tempat tertentu di antaranya MRT, KRL, kemudian pasar-pasar. Ini kami akan terus melakukan upaya-upaya. Kami akan merangkul tidak hanya TNI-Polri tetapi juga Pemda, instansi terkait, kemudian juga tokoh agama, tokoh masyarakat dilibatkan dalam hal ini," ujar Nana, di Pospam Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Kamis (4/6/2020).

Dikatakan Nana, keberhasilan dalam hal percepatan penanganan Covid-19, sebenarnya bergantung kepada kesadaran masyarakat menjalankan protokol kesehatan.

"Kalau masyarakat ini dengan kesadaran yang tinggi, kemudian kedisiplinan yang tinggi dalam melaksanakan protokol kesehatan, saya yakin akan semakin menurun tingkat penularan atau penyebaran corona di DKI dan sekitarnya," ungkapnya.

Sementara itu, Nana menyampaikan, dirinya bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono memantau Pos Pengamanan Kedungwaringin dalam rangka memotivasi anggota yang sedang melaksanakan tugas kegiatan rutin yang ditingkatkan pasca-Operasi Ketupat Jaya 2020.

"TNI, Polri dan Pemda secara bersama-sama dalam melaksanakan PSBB yaitu, percepatan penanganan Covid 19. TNI-Polri lebih banyak melakukan upaya-upaya pencegahan. Selama ini kami melaksanakan imbauan, kemudian edukasi, juga kita membubarkan kerumunan-kerumunan dalam rangka agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan karena memang kunci supaya penyebaran tidak meluas adalah bagaimana masyarakat ini patuh melaksanakan protokol kesehatan itu," katanya.

Nana menyebutkan, selama pelaksanaan PSBB aparat telah mendirikan 33 pos check point dan 19 titik penyekatan arus mudik. Berdasarkan catatan, sebanyak 41.439 kendaraan pemudik diputar balikan, selama 33 hari mulai tanggal 24 April hingga 26 Mei. Selain itu, ada sekitar 670 kendaraan travel gelap yang diamankan dan dilakukan penilangan karena digunakan untuk membawa penumpang pulang kampung atau mudik.

"Kemudian, mulai tanggal 27 Mei sampai saat ini kami masih melaksanakan penyekatan terkait dengan arus balik. Khusus jalur darat, sampai dengan hari kedelapan sudah ada 24.439 kendaraan yang diputar balikan," jelasnya.

Menurut Nana, penyekatan dilakukan dalam rangka upaya mencegah timbulnya gelombang kedua penyebaran virus Covid-19. TNI-Polri pun akan terus melakukan pengamanan, pengawasan dan penegakan disiplin melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan.

"Diketahui bahwa Operasi Ketupat selesai tanggal 30 Mei kemarin dan diperpanjang dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan sampai tanggal 7 Juni nanti. Untuk kelanjutan ke depan kami masih menunggu apakah tanggal 7 selesai atau akan diperpanjang kembali karena kalau melihat sekarang PSBB diperpanjang, jadi ada berbagai kemungkinan yang akan diputuskan terkait upaya-upaya pencegahan," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com