Istri Wali Kota Bogor Gagas Sejuta Masker Kain

Istri Wali Kota Bogor Gagas Sejuta Masker Kain
Warga berjalan menggunakan masker di kawasan Jalan Kendal, Jakarta. (Foto: Antara / Muhammad Adimaja)
Vento Saudale / HS Rabu, 8 April 2020 | 14:32 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Terbatasnya ketersediaan alat pelindung diri, seperti masker, mendorong istri Wali Kota Bogor Yane Ardian menggagas gerakan Sejuta Masker Kain untuk Kota Bogor untuk mencegah corona (Covid-19).

"Pandemi Covid-19 bisa ditekan dengan preventif, promotif dan kuratif yang tepat. Preventif di masyarakat sangat penting untuk mengerucutkan kasus Covid-19, misalnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri, rutin cuci tangan pakai sabun, physical distancing dan pakai masker," ungkap Yane di sela aktivitasnya menjahit masker kain di kediamannya, Selasa (7/4/2020).

Dia menambahkan, banyak warga yang masih tidak menggunakan masker lantaran sulit mendapatkannya dan mahal. Yane menilai tidak semua warga paham tentang manfaat pakai masker untuk cegah droplet dari bersin atau batuk seseorang.

“Itulah kita perlu gerakan bersama untuk pengadaan masker kain. Terlebih WHO dan pemerintah mewajibkan seluruh masyarakat menggunakan masker, terutama saat keluar rumah. Jadi, masker medis hanya untuk tenaga medis, masker kain untuk masyarakat," kata Ketua PKK Kota Bogor ini.

Selain menyediakan tempat jahit untuk pembuatan masker kain dan sejumlah SDM di kediaman pribadinya, Yane juga menggerakan kader PKK se-Kota Bogor untuk ikut ambil bagian dan mengajak partisipasi masyarakat dalam gerakan sejuta masker kain tersebut.

"Banyak yang terlibat dalam gerakan ini. PKK sebagai inisiator melibatkan PKK Kota Bogor, kecamatan, kelurahan, RW, RT hingga Dasawisma. Ada juga Yayasan Cinta Keluarga Indonesia (YCKI) sebagai fasilitator donasi, Solidaritas Bogor untuk relawan antar dan komunitas lainnya serta seluruh masyarakat Kota Bogor yang peduli pada gerakan ini," jelasnya.

Gerakan ini juga membuka donasi bagi masyarakat atau instansi yang ingin ikut ambil bagian. Donasi ada empat macam, bisa berupa donasi uang, donasi kain, donasi masker kain atau bahkan donasi tenaga relawan jahit masker.

“Tentu saja diperlukan support masker kain untuk wilayah yang memerlukan dan tempat umum yang masih aktivitas, seperti pasar, angkutan umum dan lain-lain dengan tetap jaga jarak dan rutin cuci tangan," bebernya.

Saat ini, diakui Yane, pihaknya masih mendata relawan jahit di wilayah dan yang melakukan produksi mandiri. Nantinya masker kain akan dibagikan gratis untuk warga sesuai kebutuhan di wilayah dari ajuan PKK Kelurahan dan Kecamatan. Juga dioptimalkan terlebih dahulu untuk masyarakat di tempat umum seperti pasar, stasiun, dan lain-lain. Masker kain dibungkus dan disertakan selembaran edukasi cara pakai dan cara cuci masker kain.



Sumber: BeritaSatu.com