Covid-19, Pasokan Darah PMI Berkurang

Covid-19, Pasokan Darah PMI Berkurang
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang melakukan jemput bola terhadap pendonor darah selama merebaknya virus korona, Rabu (1/4/2020). (Foto: istimewa)
Chairul Fikri / BW Rabu, 1 April 2020 | 21:57 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Tangerang mengalami kekurangan pasokan darah selama masa pembatasan sosial secara massal. Kantor PMI sepi penderma darah. Sejak merebak Covid-19, pasokan darah berkurang 60-70%.

Untuk mengatasi hal itu, PMI Kota Tangerang menerima pelayanan jemput bola atau melayani donor darah dengan mendatangi rumah pendonor, guna meningkatkan kembali stok darah.

Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Tangerang David H Sidabutar, Rabu (1/4/2020), menuturkan, layanan mendatangi donor ke rumah dan antar-jemput donor darah harus dilakukan. Hal itu untuk memenuhi stok darah yang saat ini sudah mulai berkurang di PMI Kota Tangerang untuk persediaan darah per hari.

"Ini program untuk mempermudah masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya dalam keadaan physical distancing. Dengan cara seperti ini, masyarakat tidak perlu takut untuk donor darah dan juga dapat memenuhi stok darah," ujarnya.

Program ini terus diberlakukan selama masa pembatasan kontak social. Namun, tidak menutup kemungkinan akan terus dilakukan selama masa bekerja di rumah karena dianggap berdampak positif bagi persediaan darah.

"Jadi masyarakat tidak perlu bingung atau malas datang ke PMI Kota Tangerang dengan adanya kebijakan dari pemerintah tentang work from home (WFH), karena dengan jumlah 8-20 calon donor kami akan mendatangi ke rumah-rumah kalian," ucapnya.

Ia menambahkan bahwa persediaan darah memasuki bulan puasa ini kian menyusut dalam setiap pekannya. "Jadi ketentuan mendatangi ke rumah- rumah dan antar-jemput donor jumlah minimal 8-20 orang, bisa dari unsur komunitas, warga, remaja masjid, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan," imbuhnya.

Kepala Biro Humas PMI Kota Tangerang, Ade Kurniawan mengatakan, walau stok menipis, ia memastikan stok darah masih ada sampai saat ini.

“Sangat menurun, hampir 30-40 persen. Banyak pendonor yang membatalkan kegiatan donornya di instansi atau perusahaan. Di mal juga sepi,” terang Ade.

Ia menjelaskan, biasanya dalam hitungan per hari masuk di angka 350 pendonor. Namun, sejak Covid-19 masuk ke kota seribu industri itu, hanya mencapai 100 pendonor saja.

“Kita terhambat akhirnya. Awalnya kita menargetkan 20.000 darah untuk bulan ramadan dan setelah Idul Fitri,” katanya.

Saat ini, PMI Kota Tangerang menerapkan status motivasi donor. Jadi, kata Ade, untuk pasien yang membutuhkan darah, harus membawa pendonor. Hal itu untuk menutupi stok darah yang ada.

Ade juga mengimbau, kepada warga Kota Tangerang, bahwa Covid-19 tidak berpengaruh kepada donor darah. Sebab, penularan virus yang bermula berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok, itu tidak melalui darah.

“Jadi banyak pasien, saudara kita yang membutuhkan darah. Karena tak hanya Covid-19 saja, di situ ada DBD, pendarahan saat ibu melahirkan, khususnya untuk penderita Thalasemia, karena Thalasemia membutuhkan darah dua minggu sekali,” katanya.

“Jangan karena Covid-19 masyarakat tidak mau donor, Covid-19 dengan donor darah tidak berpengaruh,” imbuhnya.



Sumber: BeritaSatu.com