Pemkot Depok Siapkan 3 TPU untuk Pemakaman Jenazah Corona

Pemkot Depok Siapkan 3 TPU untuk Pemakaman Jenazah Corona
Sejumlah petugas medis memakamkan jenazah pasien positif Covid-19 dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. (Foto: ANTARA FOTO / Iggoy el Fitra)
Bhakti Hariani / CAH Selasa, 31 Maret 2020 | 17:42 WIB

Depok, Beritasatu.com - Pemerintah Kota Depok mengalokasikan tiga lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) untuk pemakaman jenazah covid-19 di Kota Depok. Ketiga TPU tersebut adalah TPU Sawangan Lama, TPU Pasir Putih di Kecamatan Sawangan dan TPU Kalimulya 3 di Kecamatan Cilodong.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok Sidik Mulyono mengatakan, ketiga lahan TPU tersebut sudah disiapkan Pemkot Depok untuk pemakaman jenazah covid-19. Namun demikian sebelum dilakukan pemakaman diperlukan sosialisasi kepada warga setempat agar tak terjadi penolakan seperti yang terjadi pada Senin (30/3/2020) lalu.

Sidik Mulyono menuturkan, para camat dan juga pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok akan segera turun ke lokasi pemakaman guna melakukan sosialisasi kepada warga agar jenazah korban covid-19 tidak ditolak untuk dimakamkan.

Baca Juga: Pemkot Depok Bentuk Kampung Siaga Covid-19

"Harus ada sosialisasi terkait pemahaman covid-19, tentang pemulasaran yang dijamin aman, dan petugas mobil jenazah juga menggunakan alat pelindung diri (APD). Hal ini penting agar tidak membuat warga menjadi panik dan ketakutan," tutur Sidik di Depok, Jawa Barat, Selasa (31/3/2020).

Sosialisasi yang dilakukan oleh DLHK, camat dan juga lurah akan segera dilakukan dalam waktu dekat. "Sesegera mungkin. Harus segera dilakukan agar warga menjadi paham dan tak terjadi penolakan," kata Sidik.

Sebelumnya, pada Senin (30/3/2020), warga Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan menolak pemakaman jenazah korban covid-19 yang dimakamkan di Tempat Pemakaman Umun (TPU) tersebut. Warga setempat khawatir virus covid-19 akan menyebar ke wilayah sekitar pemakaman. Perdebatan pun terjadi dengan sejumlah petugas dan pejabat dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang diwakili Kepala Diskominfo Sidik Mulyono.

Sidik mengatakan, protes yang dilakukan warga lantaran beberapa hari terakhir ini melihat mobil jenazah lalu lalang dan proses pemakaman yang dilakukan petugas pemakaman dengan menggunakan APD.

Baca JugaCorona Kian Mewabah, Pemkot Depok Nilai Lockdown Sudah Seharusnya Dilakukan

"Intinya saat itu mereka tidak mendapatkan sosialisasi, kemarin saya turun ke sana untuk menenangkan warga," kata Sidik.

Setelah melalui dialog alot, warga akhirnya menerima dan mengizinkan jenazah dimakamkan di TPU tersebut.

Dalam dialog tersebut juga, Sidik menjelaskan mengenai prosedur yang dilakukan saat proses pemakaman bahwa untuk pemulsaran sudah sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan.

"Jenazah sudah disemprotkan disinfektan, menggunakan formalin, kemudian di wraping (bungkus plastik khusus), menggunakan kantong jenazah yang sesuai standar BNPB lalu dimasukan ke peti," papar Sidik.

Penolakan tersebut, kata Sidik, menjadi bahan evaluasi Pemkot Depok ke depannya. "Kami akan sosialisasi lebih dulu kepada warga setempat sebelum melakukan penguburan jenazah covid-19," ujar Sidik. 



Sumber: BeritaSatu.com