Pemkot Bogor Minta Kemkes Segera Sampaikan Hasil Tes Swab

Pemkot Bogor Minta Kemkes Segera Sampaikan Hasil Tes Swab
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menujukan surat edaran penghentian sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) di sela-sela acara kerja bakti pencegahan penyebaran virus corona di Stasiun Besar Bogor, Minggu, (15/3). (Foto: Beritasatu.com / Vento Saudale)
Vento Saudale / BW Sabtu, 28 Maret 2020 | 19:00 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendorong agar Kementerian Kesehatan (Kemkes) segera menyampaikan hasil tes swab kategori pasien dalam pemantauan (PDP).

Hal tersebut guna memastikan positif atau tidaknya pasien itu terpapar corona (Covid-19), khususnya bagi PDP yang meninggal dunia. Hal itu dikatakan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim di sela-sela tes cepat di GOR Padjajaran, Sabtu (28/3/2020).

Berdasarkan data Dinkes Kota Bogor terbaru, sudah ada 8 orang dalam kategori PDP di Kota Bogor yang meninggal dunia dan 27 pasien dalam perawatan. Hingga saat ini, lanjut Dedie, pemkot masih menunggu hasil swab 35 pasien itu.

“Hingga saat ini kami masih menunggu hasil tes swab Litbang Kemkes. Kita ingin hasil pasien PDP itu diketahui dengan segera, khususnya pasien meninggal dunia,” kata Dedie.

Ia menilai, bila diketahui dengan segera, makan Pemkot akan melakukan opsi untuk pemulasaraan jenazah.

“Kita bisa sesuaikan dengan kondisi jenazah. Kalo positif atau negatif, karena kasihan keluarga yang ditinggalkan,” papar Dedie.

Sementara itu, Dinkes Kota Bogor kembali merilis data terbaru Covid-19. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 618 orang. Jumlah orang yang kembali sehat meningkat dari 45 orang pada Jumat (27/3/2020) menjadi 101 orang pada Sabtu (28/3/2020). Sedangkan saat ini masih ada 517 orang masih dipantau.

Untuk yang PDP sebanyak 41 orang, sudah dinyatakan sehat enam orang, 27 orang masih dirawat, dan delapan orang meninggal dunia.

Pasien positif terpapar Covid-9 yang seharusnya 9 orang berkurang satu karena sesuai domisili, salah satu pasien beralamat di Jakarta dan dalam penanganan Pemprov DKI Jakarta.

Data Dinkes Kota Bogor saat ini berjumlah delapan orang, enam orang masih dirawat dan meninggal dua orang.



Sumber: BeritaSatu.com