LRT dan MRT Jakarta Terapkan Kebijakan Jaga Jarak Penumpang

LRT dan MRT Jakarta Terapkan Kebijakan Jaga Jarak Penumpang
Pembatasan penumpang MRT. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Carlos Roy Fajarta / FER Senin, 23 Maret 2020 | 18:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sarana transportasi umum berbasis rel di Jakarta mulai menerapkan kebijakan jaga jarak atau social distancing secara ketat mulai Senin (23/3/2020). Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko penularan virus corona atau Covid-19.

Baca Juga: Masyarakat Diimbau Terapkan Social Distancing

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin mengatakan pihaknya secara tegas sudah menerapkan SOP pembatasan jumlah 60 penumpang dalam satu kereta MRT.

"Sudah kita terapkan sejak sebelum masuk ke dalam stasiun MRT, jadi meminimalisir ada antrian panjang maupun ada penumpang yang memaksa masuk ke kereta bila sudah 60 orang dalam satu kereta," ujar Kamaluddin, Senin (23/3/2020).

Kamaluddin menyebutkan, prediksi pada Senin (23/3/2020) tidak jauh berbeda dengan hari sebelumnya, apalagi dengan adanya seruan untuk bekerja dari rumah kepada pihak swasta oleh Gubernur DKI Jakarta. "Prediksi kami semoga saja bisa di bawah 10.000 penumpang hari ini, tapi nanti kita lihat data resminya," tambah Kamaluddin.

Baca Juga: Pemprov DKI Batasi Jumlah Penumpang di MRT dan LRT

Untuk moda transportasi LRT Jakarta, GM Corporate Secretary LRT Jakarta, Arnold Kindangen menyebutkan hingga pukul 16.00 WIB hanya ada 500 penumpang yang menggunakan sarana LRT Jakarta.

"Security kita akan tegas meminta penumpang untuk keluar mengikuti perjalanan berikutnya apabila satu kereta sudah 60 orang. Tapi sejauh ini satu kereta hanya diisi masih kurang dari 20 penumpang," kata Arnold.

Sedangkan VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba menyebutkan pihaknya sudah melakukan normalisasi jadwal KRL sejak pukul 15.00 WIB setelah melakukan evaluasi penyesuaian operasional yang membuat penumpang berdesakan di dalam kereta saat jam berangkat kerja subuh hingga pagi tadi.

Namun, Anne tidak merespon apakah petugas di peron stasiun dapat secara tegas telah melakukan pembatasan jumlah penumpang per kereta dengan batasan jumlah tertentu untuk menghindari penyebaran virus corona.



Sumber: BeritaSatu.com