Darurat Corona, Pemkot Bogor Minta Kegiatan Perkantoran Dihentikan

Darurat Corona, Pemkot Bogor Minta Kegiatan Perkantoran Dihentikan
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menujukan surat edaran penghentian sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) di sela-sela acara kerja bakti pencegahan penyebaran virus corona di Stasiun Besar Bogor, Minggu, (15/3). (Foto: Beritasatu.com / Vento Saudale)
Yustinus Paat / FER Minggu, 22 Maret 2020 | 20:28 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Pemkot Bogor akan mengikuti kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang menghentikan aktivitas perkantoran atau perusahaan selama dua pekan atau 14 hari.

Baca Juga: Kota Bogor KLB Corona, Sebagian Hotel Tutup Operasional

Hal itu dipaparkan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, setelah bertemu Gubenur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, di Posko Penanggulangan Covid-19 Kota Bogor, Minggu (22/3/2020).

Didie mengatakan, mengingat DKI Jakarta menjadi salah satu pusat wabah corona, Pemkot Bogor akan memberlakukan hal yang sama yakni menghentikan aktivitas perusahaan sektor swasta.

"Gubernur Jabar meminta kepala daerah yang berbatasan langsung dengan DKI atau wilayah penyangga Ibu Kota untuk menyesuaikan langkah kebijakan, karena sifat dan jaraknya sangat bergantung satu dengan yang lain,” kata Dedie.

Baca Juga: Pemprov Jabar Siapkan 3 Stadion untuk Lokasi Rapid Test

Menurut Didie, Pemkot Bogor akan membuat surat edaran mulai Senin (23/3/2020) besok. "Adapun penghentian aktivitas dilakukan kepada perkantoran perusahaan swasta dan pengecualian perusahaan bahan pokok, obat-obatan, dan kesehatan," jelasnya.

Sejauh ini, kata Dedie, sudah ada 11 usaha hotel yang secara sukarela untuk menghentikan operasional. Pihaknya berharap, pemberlakuan bekerja dari rumah (work from home) dapat meminimalisir pergerakan masyarakat.



Sumber: BeritaSatu.com