BI: Kerugian Banjir Jakarta 2020 Lebih Kecil Dibanding Tahun-tahun Sebelumnya

BI: Kerugian Banjir Jakarta 2020 Lebih Kecil Dibanding Tahun-tahun Sebelumnya
Ilustrasi banjir di Jakarta. (Foto: Antara)
Lenny Tristia Tambun / FMB Jumat, 28 Februari 2020 | 22:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Bank Indonesia (BI) DKI menyebutkan dampak ekonomi banjir Jakarta Januari 2020 tak terlalu besar dibandingkan banjir tahun-tahun sebelumnya.

"Sebenarnya kalau kita bandingkan dengan data kerugian banjir sejak tahun 2002, kerugian banjir tahun 2020 paling rendah. Meskipun curah hujannya lebih tinggi tahun ini," kata Kepala Perwakilan BI DKI Hamid Ponco Wibowo dalam acara Forum Diskusi Wartawan dengan BI DKI di Sabang, Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2020).

Berdasarkan data yang BI DKI himpun dari para asosiasi pengusaha, terlihat kerugian akibat banjir pada Januari 2020 sekitar Rp 960 miliar. Angka ini lebih kecil dari kerugian banjir pada Februari 2015 mencapai Rp 1,5 triliun, Januari-Februari 2014 mencapai Rp 5 triliun, Februari 2007 sebesar Rp 8,8 triliun dan Februari 2002 mencapai Rp 9,8 triliun.

Menurut Hamid, hal ini dipengaruhi cepat surutnya banjir pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya, serta teknologi media sosial yang walaupun membuat banjir tampak 'ramai', tetapi memiliki peran positif bagi kesiapsiagaan masyarakat.

"Terbilang sangat kecil, ya, dampaknya. Namun, tentu untuk mengantisipasi ini, ke depan kita harus menyiapkan sarana-prasarana yang lebih siap lagi,” ujar Hamid Ponco Wibowo.

Kendati demikian, Hamid mengharapkan banjir tidak lagi terjadi lagi di Jakarta pada masa mendatang. Apalagi saat ini, musim penghujan diperkirakan akan terjadi hingga Maret 2020.



Sumber: BeritaSatu.com