Nasdem Dukung Jakarta Jadi Pusat Bisnis

Nasdem Dukung Jakarta Jadi Pusat Bisnis
Suasana ruas tol dalam kota Jakarta yang sepi dari kendaraan, Kamis, 2 Januari 2020. ( Foto: Beritasatu.com / Primus Dorimulu )
Yustinus Paat / FER Rabu, 26 Februari 2020 | 22:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, meminta pemerintah pusat memberikan perhatian ekstra terhadap Jakarta sebagai Ibu Kota Negara, pusat pemerintahan sekaligus pusat bisnis.

Anies: Seluruh Wilayah Genangan Sudah Surut

Menurut Wibi, banjir yang merendam Jakarta beberapa hari ini telah menghambat pelayanan publik dan mengurangi mobilitas karyawan serta pekerja. Selain itu, banjir mengganggu aktivitas bisnis di sentra-sentra perdagangan Ibu Kota.

"Ibu Kota Jakarta ini harus benar-benar dikelola secara serius. Tentunya, sangat  memalukan jika Ibu Kota Negara berulang kali dilanda banjir," kata Wibi di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Wibi mengingatkan, kebersamaan antara pemerintah pusat dan Pemprov DKI sangat diperlukan. "Ketika perekonomian kita sekarang berada di tengah tekanan, justru kebersamaan itu diperlukan," tandas Wibi.

Ini Upaya Menteri Basuki Antisipasi Banjir Jakarta

Menurut Wibi, Jakarta adalah barometer bisnis Indonesia. Jika barometer tersebut sering diganggu banjir, tentunya akan menurunkan aktivitas perdagangan, yang pada akhirnya mengurangi minat investor untuk menanamkan modalnya di negara ini. Sementara di sisi lain, ada tawaran yang lebih kompetitif dan menarik dari negara lain.

"Tentunya di negara lain juga ada hujan, tetapi tidak sampai menimbulkan banjir yang mengganggu aktivitas bisnis. Kalaupun terjadi banjir, tetapi cepat kering. Jangan lupa, banjir termasuk dalam salah satu pertimbangan investor untuk menanamkan modalnya di suatu negara," tegas Wibi.

Wibi menambahkan, semestinya banjir yang sering terjadi mendorong pemerintah pusat dan Pemprov DKI duduk bersama membuat program untuk mengatasinya.

"Ibu Kota Negara boleh saja pindah, namun pusat bisnis tentunya masih tetap di Jakarta. Kalau banjir terus menerus, lama-lama pusat bisnis juga ikut pindah, dan investor juga enggan menanamkan modalnya di Indonesia," pungkas Wibi.



Sumber: BeritaSatu.com