Ini Upaya Menteri Basuki Antisipasi Banjir Jakarta

Ini Upaya Menteri Basuki Antisipasi Banjir Jakarta
IIustrasi Banjir ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Markus Junianto Sihaloho / WBP Rabu, 26 Februari 2020 | 15:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Jika banjir Jakarta pada awal Januari 2020 disebabkan air kiriman disertai buruknya manajemen drainase, maka banjir Februari kali ini mayoritas disebabkan drainase.

Hal itu terungkap dari penjelasan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono dalam rapat dengan Komisi V DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2020). "Kalau kita rekap, banjir 1 Januari disebabkan limpahan air sungai dan kiriman. Banjir 23 Februari karena masalah drainase 86 persen. Pada 25 Februari karena drainase 65 persen," kata Basuki Hadimuljono.

Baca Juga: Banjir Jakarta Telah Surut, Sejumlah Ruas Jalan Masih Terendam

Kempupera terus bekerja sesuai Masterplan Pengendalian Banjir Jakarta. Dalam konteks itu, berbagai pekerjaan sudah dilakukan seperti pembangunan kanal banjir, sodetan, bendungan, hingga upaya-upaya pembersihan maupun pengerukan kali.

Misalnya Kali Ciliwung, sudah dilaksanakan normalisasi sepanjang 16 kilometer (km) dari 33 km yang direncanakan. Sementara Bendungan Ciawi sudah dibangun dan diperkirakan selesai pada Desember 2020. Fungsinya sebagai dry dam yang membantu mengendalikan banjir saat musim hujan tiba.

Baca Juga: Anies Baswedan: 375 Sekolah Terdampak Banjir Jakarta

Untuk Kali Pesanggrahan, direncanakan dilakukan normalisasi 42,8 km dan baru direalisasikan 21,7 km. Kali Sunter, direncanakan 35 km dan realisasinya sudah 28,6 km. Sementara Kali Angke, dengan panjang 48,2 km dan terealisasi 30,4 Km. "Kita bangun rusunawa Pasar Rumput, untuk merelokasi masyarakat di bantaran sungai. Bawahnya pasar, atasnya apartemen," kata Basuki.

Untuk underpass Kemayoran, kata dia, desainnya akan direview dan dikerjakan usai selesainya musim hujan. Untuk penanganan sementara, kapasitas Waduk Kemayoran diperbesar 6.000 m3 dengan cara diperdalam.

Untuk mencegah listrik Jakarta tak mati, sudah dilakukan tindakan pengamanan terhadap Gardu Induk Kembangan Jakarta Barat.

Sementara Cisadane, Banten, normalisasinya juga ditangani. Rencananya panjang 72 kilometer, dan baru terealisasi 14,8 Km.

Penanganan juga dilakukan terhadap Kali Bekasi, yang terhubung dengan Kali Cikeas dan Kali Cileungsi. Diperkirakan Kali Bekasi bisa ditangani sejak September tahun ini karena sudah ada lahan yang dibebaskan sepanjang 6 Km.

Khusus untuk wilayah Bekasi, Menteri Basuki sempat menjelaskan kendala berupa sejumlah perumahan di wilayah yang seharusnya merupakan resapan air. "Mungkin kalau direlokasi, kita akan bikinkan rusun. Sehingga nanti daerah itu dijadikan daerah tampungan air," kata Basuki.

Menteri Basuki mengatakan penanganan banjir Jakarta adalah tanggung jawab semua pihak. "Saya punya pandangan Jakarta adalah ibu kota negara, semua bertanggung jawab," tandas Basuki.



Sumber: BeritaSatu.com