Asal Limbah Radioaktif di Perum Batan Indah Mulai Terkuak

Asal Limbah Radioaktif di Perum Batan Indah  Mulai Terkuak
Tim Teknis Kimia Biologi Radioaktif Gegana Brimob Mabes Polri memetakan paparan radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (17/2/2020). ( Foto: BeritaSatu Photo / Mohammad Defrizal )
Farouk Arnaz / DAS Rabu, 26 Februari 2020 | 13:05 WIB

Jakarta, Beritastu.com - Teka-teki asal limbah radioaktif Caesium-137 di tanah kosong kawasan Perumahan Batan Indah, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan mulai terkuak.

Titik terang mulai terlihat setelah beberapa hari lalu Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (Bapeten), Badan Tenaga Atom Nasional (Batan), dan penyidik menggeledah sebuah rumah milik pegawai Batan berinisial SM. Dia tercatat masih pegawai aktif Batan dan akan memasuki masa purnabakti pada bulan Mei nanti.

“Bahan kimia yang ditemukan di rumahnya merupakan bahan kimia yang diduga radioaktif Cs 137. Bahan ini tengah dilakukan pemeriksaan secara laboratorium di Batan bersama dengan salah satu perusahaan bagian dari Batan,” kata Kabag Penum Kombes Asep Adi Saputra, di Mabes Polri, Rabu (26/2/2020).

Asep juga mengatakan, ada indikasi penemuan zat radioaktif di lokasi penemuan pertama  berkaitan dengan yang ditemukan di rumah SM. Tapi masih dilakukan pendalaman lebih lanjut, apakah SM yang sengaja membuang di daerah ditemukannya zat itu atau ada orang lain.

“Jelas dia melanggar karena seseorang yang menyimpan secara ilegal zat radioaktif ini Cs 137 harus mendapatkan izin. Sampai hari ini masih dilakukan penyelidikan adakah unsur kesengajaan dan kemudian dia memperoleh bahan itu dari mana. Statusnya masih saksi,” tambahnya.

Seperti diketahui temuan limbah radioaktif bermula dari uji coba alat di daerah pemantauan oleh Bapeten. Ternyata ditemukan indikasi satu area terpapar radioaktif jenis Cs 137 yang berada pada satu area lahan kosong di Perumahan Batam Indah, Serpong, Tanggerang Selatan.

Polisi telah menurunkan jajaran dari Polda Metro Jaya, Puslabfor Polri, hingga Gegana Detasemen E. Gegana diturunkan karena memiliki kemampuan khusus dalam menangani paparan radioaktif



Sumber: BeritaSatu.com