Batu Alam Monas Mulai Diaspal untuk Formula E, Ini Kata Anies

Batu Alam Monas Mulai Diaspal untuk Formula E, Ini Kata Anies
Pekerjaan proyek ujicoba pengaspalan jalan di Monas untuk lintasan sirkuit Formula E yang berada di media sosial, Sabtu (22/2/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun)
Lenny Tristia Tambun / WBP Sabtu, 22 Februari 2020 | 14:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan mengomentari ujicoba pengaspalan jalan di dalam area Monas yang menutupi cobblestone (batu alam). Ujicoba tersebut dilakukan untuk pembangunan lintasan sirkuit Formula E.

Ketika ditanya awak media seusai menghadiri Seminar Kolabirasi BPD SI dengan BUMD di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Anies Baswdan menjawab ucapan terima kasih. “Makasih, Thank you. Makasih, enjoy Saturday,” kata Anies Baswedan di Ancol, Jakarta, Sabtu (22/2/2020).

Baca Juga: Megawati: Kenapa Formula E Harus di Monas, Tidak di Tempat lain?

Seperti diketahui, masyakarat dikagetkan dengan beredarnya empat foto yang menggambarkan kegiatan pengaspalan jalan di dalam area Monas di media sosial. Pengaspalan tersebut dilakukan sebagai ujicoba untuk lintasan sirkuit Formula E.

aspal

Pekerjaan proyek ujicoba pengaspalan jalan di Monas untuk lintasan sirkuit Formula E yang berada di media sosial, Sabtu (22/2/2020).

Foto tersebut diunggah oleh akun Twitter @kirekswasta. Dalam akun tersebut, foto-foto yang diunggah terlibat sejumlah pekerja sedang sibuk mengaspal jalanan di Monas.

Baca Juga: DKI Uji Coba Pengaspalan Sirkuit Formula E di Area Monas

Tampak aspal yang dipasang baru di sisi kanan jalan dan pengaspalan baru dilaksanakan sepanjang dua meter saja. Masih dalam foto tersebut, proses pengerjaan tersebut dilakukan saat malam hari. Sejumlah alat berat juga sudah disiapkan di lokasi.

Ketika dikonfirmasi, Deputy Director Communications Formula E Hilbram Dunar membenarkan kabar tersebut. Dia mengatakan pengerjaan ujicoba pengaspalan Formula E dilakukan dengan dua metode, yakni metode sandsheet dan geotextile. “Semalam adalah uji coba pengaspalan dengan dua metode, yaitu sandsheet dan geotextile, untuk menentukan mana yang paling efektif apabila nanti dikembalikan ke cobblestone,” kata Hilbram, Sabtu (22/2/2020).



Sumber: BeritaSatu.com