MRT dan Shimizu-Adhikarya Tanda Tangan Kontrak Fase 2A

MRT dan Shimizu-Adhikarya Tanda Tangan Kontrak Fase 2A
Penandatangan MRT Fase 2A oleh Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim dan Shimizu-Adhi Karya Joint Venture yang diwakili Yutaka Okumura terkait Paket Kontrak antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Shimizu-Adhi Karya JV (SAJV) terkait design and build underground section MRT Jakarta Project Phase 2 Contract Package 201 di Jakarta, Senin (17/2/2020). ( Foto: ANTARA/Juwita Trisna Rahayu )
Yustinus Paat / BW Senin, 17 Februari 2020 | 12:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk-Shimizu Corporation Indonesia menandatangani kontrak pembangunan proyek MRT Fase 2A Bundaran HI-Harmoni (CP 201) senilai Rp 4,5 triliun di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Penandatangan dilakukan oleh Direktur Konstruksi PT MRT Silvia Halim dan Shimizu-Adhi Karya Joint Venture yang diwakili Yutaka Okumura terkait paket kontrak antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Shimizu-Adhi Karya JV (SAJV) terkait design and build underground section MRT Jakarta Project Phase 2 Contract Package 201.

Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan. Selain Anies, penandatanganan ini juga disaksikan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii, Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar, JICA Chief Representative untuk Indonesia Yamanaka Shinichi, dan Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto.

Fase 2A dimulai dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kota dengan total panjang jalur enam kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah.

Ketujuh stasiun itu, adalah Stasiun Thamrin, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok, dan Stasiun Kota.

Pembangunan fase 2A dibagi ke dalam tiga paket kontrak sipil, terdiri dari paket kontrak CP 201, CP 202 dan CP 203. Periode konstruksi fase 2A akan dimulai pada Maret 2020 dan direncanakan selesai pada Desember 2024.

Penandatangan kontrak pekerjaan CP 201 antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dengan Shimizu-Adhi Karya JV (SAJV) juga menandai dimulainya pekerjaan proyek pembangunan Fase 2A.

Dalam kontrak tersebut terdapat dua pekerjaan stasiun bawah tanah, yaitu Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas. Paket pekerjaan CP 201 akan membangun terowongan dan stasiun yang memiliki jalur sepanjang 2,8 kilometer untuk menghubungkan Stasiun Bundaran HI dan Stasiun Harmoni.

“Mengingat lokasi proyek yang berada di area ring 1, PT MRT Jakarta selalu mengedepankan keamanan untuk masyarakat khususnya warga Jakarta. Sehubungan dengan hal tersebut PT MRT Jakarta akan menggunakan sistem perencanaan pembangunan dengan sistem pengamanan tinggi khususnya pada saat pengerjaan konstruksi Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas,” kata William P Sabandar.

Gubernur Anies menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara penandatanganan ini. Anies mengaku, proses perencanaannya cukup rumit dan tidak mudah.

“Setelah melalui proses perencanaan yang cukup rumit, pengerjaan MRT Jakarta fase 2A khususnya 2,8 kilometer dari Stasiun Bundaran HI hingga stasiun Monas ini bisa ditandatangani,” ungkap Anies.

Menurut Anies, pembangunan MRT Fase 2A ini merupakan bagian dari upaya membangun transportasi umum massal di Jakarta yang terintegrasi. Pada fase 2 ini, kata Anies, semua stasiun akan terintegrasi dengan moda transportasi umum lainnya.

“Tidak akan ada lagi masalah seperti tidak terintegrasinya Stasiun ASEAN dan koridor 13 Transjakarta. Sekarang semua terintegrasi. Ini akan dilakukan untuk seluruh pembangunan transportasi umum baik itu MRT Jakarta, Transjakarta, dan LRT Jakarta agar warga masyarakat mudah untuk menjangkau ke mana saja,” pungkas dia.

Selanjutnya PT MRT Jakarta (Perseroda) akan melakukan integrasi pembangunan Fase 2B atau yang disebut sebagai jalur utara-selatan dan akan dilanjutkan dengan pembangunan jalur timur-barat. Daerah Kota akan menjadi titik awal dibangunnya fase 2B dengan titik pemberhentian di Ancol Barat.

Fase 2B ini memiliki jalur sepanjang 5,8 kilometer yang terdiri dari 3 (tiga) stasiun, yaitu Stasiun Mangga Dua, Stasiun Ancol, dan Stasiun Ancol Barat dengan estimasi pengerjaannya akan mulai dibangun pada pertengahan 2022 dan beroperasi pada 2027.



Sumber: BeritaSatu.com