DPRD DKI Minta Kendaraan Mewah Tunggak Pajak Diberi Sanksi Tegas

DPRD DKI Minta Kendaraan Mewah Tunggak Pajak Diberi Sanksi Tegas
Pajak. (Foto: ist)
Hotman Siregar / WBP Senin, 17 Februari 2020 | 11:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pajak Provinsi DKI Jakarta didesak untuk mengejar para pajak kendaraan mewah. Sampai saat ini tercatat lebh dari 3.000 penunggak pajak kendaraan mewah atau di atas harga Rp 2 miliar per mobil di Jakarta.

“Saya lihat yang menunggak ini mobil-mobil mewah yang harganya di atas Rp 2 miliar sekitar 3.000-an unit, luar biasa banyak. Itu ada yang nunggak bahkan sudah di atas 5 tahun,” ujar anggota Komisi C (bidang perekonomian) DPRD DKI Jakarta, Jupiter, di Jakarta, Senin (17/2).

Bahkan, menurut informasi Badan Pajak DKI, ada mobil mewah yang menunggak hingga enam tahun. Untuk yang menunggak empat dan lima tahun cukup banyak sekali. Atas kondisi itu, Jupiter mendesak Pemda DKI lebih proaktif mencari para penunggak pajak itu.

Petugas pajak, kata anggota Fraksi Nasdem itu, bisa door to door datang ke rumah maupun tempat nongkrong para pemilik kendaraan mewah itu. Bila penunggak tidak mau bayar, petugas harus segera menempel stiker di kendaraan mewah itu.

“Atau sanksinya kita bawa dulu mobilnya dan dibawa ke kantor polisi untuk dititipkan saja di kantor lantas. Kan memang harus lebih tegas, karena bukan kemampuan mereka tidak bisa bayar pajak, tetapi unsur kesengajaan karena mereka anggap mobil ini juga tidak setiap hari untuk kerja, tetapi untuk gaya hidup, buat pamer saja, mereka bisa pakai dihari Sabtu dan Minggu saja,” ujar Jupiter.

Menurut Jupiter sangat penting tanggung jawab moral petugas pajak untuk bekerja lebih keras dalam memungut pajak. Begitu dengan penunggak pajak yang dinilai Jupiter berpikiran kerdil karena enggan membayar pajak.

Ia yakin bila badan pajak punya semangat untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), maka para penunggak akan memenuhi kewajibannya. Selain itu, bila PAD tercapai petugas pajak juga tentu mendapatkan bonus kinerja.

Jupiter mengaku telah menyampaikan masalah itu ke Kepala Badan Pajak DKI Jakarta Faisal. Dia menyampaikan dengan tegas bahwa sebenarnya salah satu PAD DKI yang bisa ditingkatkan itu dari pajak kendaraan mewah.

“Kita bisa lihat saat ini mereka kan punya komunitas ya, seperti Ferari, Lamborgini dan lainnya itu di daerah daerah Jakarta Utara, misalnya di pantai Mutiara dan di Kemang, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Sebenarnya mereka itu bukannya tidak sanggup bayar pajak tetapi cenderung dengan kesengajaan. Mobil mewah ini identik dengan gaya hidup," kata Jupiter.



Sumber: BeritaSatu.com