Dirut Jakpro Sebut Formula E Selaras Program Jokowi

Dirut Jakpro Sebut Formula E Selaras Program Jokowi
Dirut Jakpro Dwi Wahyu Daryoto menandatangani kerja sama dengan PB ISSI perihal pengelolaan Jakarta International Velodrome, Senin 17 Desember 2018. ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Yustinus Paat / FER Sabtu, 15 Februari 2020 | 21:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Dwi Wahyu Daryoto, mengatakan, ajang balapan internasional Formula E selaras dengan program Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempercepat pemakaian kendaraan bermotor listrik, yang telah diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019.

Anies Baswedan Paparkan Manfaat Positif Formula E

Adapun salah satu poin dalam Perpres tersebut adalah percepatan penggunaan mobil listrik dalam rangka meningkatkan industri mobil listrik di Indonesia dengan tujuan mengurangi emisi karbon.

"Jadi, Formula E ini adalah merupakan suatu tools, alat untuk mengkampanyekan bahwa mari kita mulai menggunakan suatu transportasi atau kendaraan yang menggunakan tenaga listrik atau new and renewble energy," ujar Dwi dalam acara talkshow "Menghitung Formula Sosial-Ekonomi Formula E" di MAJ Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2/2020).

Menurut Dwi, penggunaan mobil listrik merupakan bagian dari upaya Indonesia mendukung program-program global untuk mengurangi emisi karbon dengan kendaraan ramah lingkungan. Dengan adanya balapan Formula E ini, dunia akan menilai Indonesia sebagai negara yang mulai bermigrasi ke teknologi mobil listrik.

"Dari situlah mungkin kalau dilihat dari urgensinya karena bagaimanapun juga Indonesia harus mendukung program-program global sebagai salah satu syarat menjadi warga global. Kita kan penduduknya terbesar keempat, jadi mengurangi emisi itu merupakan suatu kenicayaan," tandas Dwi.

Jakpro Klaim Keuntungan Formula E Bisa Rp 600 Miliar

Dwi mengatakan, Pemprov DKI telah mengeluarkan sejumlah kebijakan dan inisiatif untuk mendukung penggunaan mobil listrik sebagai sarana transportasi ramah lingkungan. Salah satunya, insentif dan keringanan pajak bagi mobil listrik, sehingga harganya bisa jauh lebih murah.

"Gubernur DKI telah mengeluarkan kemudahan atau keringanan biaya balik nama untuk mobil listrik. Itu jauh sekali harganya mungkin kalau itu nggak dilakukan keringanan harganya bisa Rp 800 juta hingga Rp 900 juta. Sekarang, orang bisa beli mobil listrik dengan harga Rp 400 juta," terang Dwi.

Selain itu, lanjut Dwi, Transjakarta sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) akan meluncurkan 20 unit bus listrik Transjakarta saat digelarnya ajang Formula E.

"Kita ingin ikut mengkampanyekan dan kebijakan berikutnya itu semua pembelian bus Transjakarta harus listrik. Nah, nanti kalau nggak salah programnya di 2028 itu, semua armada bus Transjakarta itu listrik," pungkas Dwi.



Sumber: BeritaSatu.com