Ini Alasan Pemprov DKI Jakarta Tetap Revitalisasi Monas

Ini Alasan Pemprov DKI Jakarta Tetap Revitalisasi Monas
Sejumlah pekerja masih meyelesaikan pekerjaan pemasangan paving blok dalam revitalisasi sisi selatan kawasan Monas, Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / CAH Rabu, 29 Januari 2020 | 06:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebutkan alasan pihaknya melakukan revitalisasi sisi Selatan Monas meskipun tidak mengantongi izin dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Praktikno sebagai Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka seperti Monas. Salah satunya karena ketidakjelasan pengaturan dalam Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

Sekda DKI Jakarta Saefullah menilai Kepres Nomor 25 Tahun 1995 tidak menyebutkan harus ada izin dari Mensesneg dalam pembangunan Kawasan Medan Merdeka. Yang disebutkan dalam Kepres tersebut, kata dia, hanya membutuhkan persetujuan dari Mensesneg sebagai Ketua Komisi Pengarah.

Menteri LHK Sebut Revitalisasi Monas Salah Prosedur

"Seluruh bangunan di sini (Kawasan Medan Merdeka termasuk Monas), apabila melakukan pembangunan, harus mendapat persetujuan bukan izin sebagaimana maksud Kepres Nomor 25 itu," ujar Saefullah usai melakukan peninjauan langsung pengerjaan revitalisasi Monas bersama pimpinan DPRD, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Saefullah mengatakan pengaturan tersebut tercantum dalam Pasal 5 poin b Kepres 25 tersebut. Dalam Pasal 5, dinyatakan bahwa Komisi Pengarah memberikan persetujuan pembangunan di Kawasan Medan Merdeka, bukan izin. Menurut Saefullah, seharusnya ada pengaturan lebih lanjut dari Pasal 5 poin b Kepres 25 Tahun 1955 sehingga tidak membingunkan.

"Ini harus ada perangkat sebetulnya, breakdown dari Kepres ini, tetapi belum ada sehingga membingunkan semuanya," tandas dia.

Revitalisasi Monas Dihentikan Sementara Waktu

Saefullah juga menjelaskan bahwa keterlibatan Setneg dalam proses revitalisasi Monas sebenarnya sudah sejak awal, yakni sejak dilakukan sayembara desain revitalisasi Monas. Setneg terlibat dalam juri sayembara tersebut.

Lebih lanjut, dia mengatakan pihaknya selama ini ngotot melanjutkan pengerjaan revitalisasi Monas dalam rangka akselerasi pembangunan Monas sehingga bisa berfungsi cepat dan optimal.

"Dari sisi Pemprov-nya, kita ingin melakulan akselerasi kegiatan ini agar ingin mengejar fungsinya," pungkas Saefullah



Sumber: BeritaSatu.com