Vihara Dharma Bakti Serukan Kerukunan Umat Beragama

Vihara Dharma Bakti Serukan Kerukunan Umat Beragama
Melihat Ibadah dan Suasana Imlek di Vihara Dharma Bakti ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Erwin C Sihombing / WM Sabtu, 25 Januari 2020 | 15:09 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Kemeriahan Tahun Baru Imlek 2571 tetap dijadikan momentum bagi pengurus Vihara Dharma Bakti, Petak Sembilan, Jakbar, untuk menyerukan pentingnya kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Di tahun tikus logam kali ini, Vihara Dharma Bakti tidak hanya berharap umat diberikan kesehatan serta berkat yang berlimpah.

"Tikus logam memberi makna kesehatan dan berkat yang berlimpah dan semoga di 2020 ini, kita diberikan kesehatan, berkat dan juga kerukunan umat beragama lebih erat lagi," kata pengurus Vihara Dharma Bakti, Lukas Tjang, di Jakarta, Sabtu (25/1/2020).

Vihara Dharma Bakti ramai dikunjungi warga Tionghoa maupun wisatawan dari dalam maupun luar negeri sejak, Jumat (24/1/2020) malam. Bahkan Gubernur Anies Baswedan menyempatkan diri untuk mendatangi vihara dan menyampaikan sambutan.

Warga banyak berdatangan menuju lokasi sejak pagi dan kondisi tersebut bakal bertahan hingga sore. Kendati sempat diguyur hujan antusiasme pengunjung tetap terjeaga.

Kawasan Vihara Dharma Bakti merupakan salah satu situs cagar budaya di Jakarta, sehingga pengurus sudah terbiasa menerima banyak kalangan yang memadati kompleks vihara baik untuk bersembahyang maupun sekadar mengambil gambar.

"Usia vihara sudah 370 tahun di 2020 ini, dan vihara telah ditetapkan menjadi cagar budaya. Antusiasme pengunjung memang selalu seperti ini," lanjut Lukas.

Untuk membedakan umat yang datang beribadah dengan pengunjung bisa dilihat dari atribut pakaiannya. Umat yang beribadah menggunakan atribut warna merah sedangkan pengunjung umumnya tidak demikian. Di pelataran vihara bahkan terdapat banyak pengemis mengais rezeki.

"Mereka datang dari tadi pagi, memang sudah menjadi tradisi di vihara ini memberi angpao untuk pengemis," ujar salah satu anggota Satpol PP yang berjaga di lokasi.

Apabila menuju Vihara Dharma Bakti yang lokasinya di Jalan Kemenangan III melalui Kemurnian IV, aroma dupa yang cukup menyengat sudah tercium. Sebab warga di sekitar yang mayoritas keturunan Tionghoa juga membakar dupa di dalam rumahnya. Tidak sedikit rumah yang menghias halamannya dengan lampion ukuran kecil maupun sedang.



Sumber: Suara Pembaruan