Pascaberbayar, Ridership LRT Jakarta Menurun

Pascaberbayar, Ridership LRT Jakarta Menurun
Suasana penumpang LRT Jakarta mencoba kartu uang elektronik untuk menggunakan transportasi LRT Jakarta di Stasiun Boulevard Utara, Kelapa Gading, Kota Jakarta Utara pada Minggu (1/12/2019) sore kemarin. ( Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Fajarta )
Lenny Tristia Tambun / FER Kamis, 23 Januari 2020 | 19:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengakui sejak Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta beroperasi secara komersial, terjadi penurunan ridership atau jumlah penumpang.

"Memang ada penurunan ridership setelah dinyatakan berbayar,” kata Syafrin Liputo di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Hingga saat ini, lanjutnya, jumlah penumpang LRT Jakarta pascaberbayar rata-rata hanya mencapai 4.000 orang per hari. Sedangkan targetnya yang ditetapkan adalah 14.000 orang per hari.

"Nah pas saat uji coba, jumlah penumpang mencapai 7.000 orang sampai 8.000 orang per hari. Ini kan mengalami penurunan yang cukup signifikan,” ujar Syafrin Liputo.

Melihat adanya penurunan ridership tersebut, pihaknya akan mengevaluasi kembali target ridership LRT Jakarta. Agar tidak terlalu tinggi sehingga LRT tidak dapat mencapai target tersebut.

Semarakkan Natal, Ada Christmas Carol di Dalam LRT

"Ini tentu kita akan terus evaluasi. Karena target ridership-nya 14.000 orang per hari. Jadi perlu di-adjust kembali. Tapi prinsipnya kami terus melakukan evaluasi,” terang Syafrin Liputo.

Ia menilai, penurunan ridership LRT Jakarta dikarenakan cakupan layanan transportasi publik berbasis rel ini masih terbatas, yakni hanya 5,8 kilometer (km). Sehingga belum menjadi pilhan utama masyarakat untuk bertransportasi publik.

"Tentu LRT karena masih baru 5,8 km dan coverage area-nya juga terbatas. Jadi mungkin masyarakat lebih memilih moda lain dalam bertransportasi,” paparnya.

Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan ridership LRT, salah satunya mengintegrasikan LRT Jakarta dengan Transjakarta. Seperti, Halte Pemuda Transjakarta telah diintegrasikan dengan Stasiun Velodrome LRT.

“Sehingga masyarakat cukup keluar dari sistem Transjakarta, kemudian berpindah tap in ke sistem LRT Jakarta. Begitu juga selanjutnya," kata Syafrin Liputo.

Selain itu, pihaknya akan mendorong pembangunan fase dua dari Kelapa Gading ke Jakarta International Stadium (JIS) atau Taman BMW.

"Kita harapkan dengan bertambahnya jangkauan area layanannya menjadi lebih luas, maka dapat meningkatkan ridership,” jelas Syafrin Liputo.



Sumber: BeritaSatu.com