Kendaraan Listrik di DKI Tercatat 669 Unit

Kendaraan Listrik di DKI Tercatat 669 Unit
Mobil listrik. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / FER Kamis, 23 Januari 2020 | 18:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), DKI Syafrin Liputo, mengatakan di DKI Jakarta baru ada sekitar 669 kendaraan bermotor berbasis listrik. Dengan rincian, sebanyak 631 unit kendaraan roda dua, dan 38 unit roda empat.

Anies Bebaskan Pajak BBNKB Mobil dan Motor Listrik

Untuk kendaraan listrik roda empat, sebanyak 30 unit diantaranya adalah angkutan umum dan delapan unit lagi adalah kendaraan pribadi roda empat.

"Jadi memang untuk pertambahan kendaraan bermotor berbasis listrik itu yang cukup banyak adalah roda dua. Sedangkan roda empatnya yang banyak angkutan umum. Kita pahami sekarang untuk angkutan umum ada total 30 armada yang sudah dioperasionalkan sebagai taksi, yakni 25 unit reguler dan lima unit eksekutif,” kata Syafrin Liputo di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Menurut Syafrin Liputo, jumlah kendaraan bermotor berbasis listrik masih jauh dibandingkan jumlah kendaraan bermotor nonlistrik yang mencapai jutaan unit.

Dirut Jakpro: Persiapan Formula E Sesuai Rencana

Karena itu, lanjut Syafrin Liputo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Insentif Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Listrik Berbasis Baterai Untuk Transportasi Jalan.

"Kita harapkan dengan adanya pembebasan BBNKB ini, maka jumlah penggunaan untuk kendaraan listrik ini bisa meningkat. Sehingga sejalan dengan kebijakan tujuh inisiatif perbaikan kualitas udara sesuai dengan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 65 tahun 2019 tentang Pengendalian Udara,” jelas Syafrin Liputo.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengharapkan dengan adanya kebijakan insentif penghapusan BBNKB tersebut dapat meningkatkan jumlah kendaraan bermotor listrik di DKI Jakarta.

"Kita harap angka ini akan meningkat. Satu dengan produksi lebih banyak, kedua kita mendorong permintaan meningkat dengan memberikan intensif pajak," kata Anies Baswedan.



Sumber: BeritaSatu.com