Jambret di Muara Karang dan Pluit Dibekuk Polisi

Jambret di Muara Karang dan Pluit Dibekuk Polisi
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, mengungkapkan kasus kejahatan penjambretan ponsel di wilayah Jakarta Utara, di Pospol Muara Karang, Rabu, 22 Januari 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus)
/ JAS Rabu, 22 Januari 2020 | 21:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polres Metro Jakarta Utara melalui anggota Polsek Metro Penjaringan menciduk dua pelaku spesialis jambret atas nama Agustina (26) dan Saipul (26) yang kerap melakukan aksinya di sekitar Muara Karang dan Pluit pada Minggu (19/1/2020).

"Kami menciduk dua pelaku terkait kasus pencurian dengan kekerasan yang baru keluar dari tahanan pada 2 Desember 2019 lalu. Sejak keluar tahanan pelaku sudah kembali beraksi sebanyak 45 kali," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, Rabu (22/1/2020), di Pospol Muara Karang.

Ia menyebutkan pelaku merupakan residivis kasus penjambretan serupa dan baru keluar dari penjara pada 2 Desember 2019 lalu. Dari pendalaman anggota kepolisian, tersangka menggunakan keahlian kecepatan tangan untuk merebut telepon seluler (ponsel) korban.

"Anggota kami sampai harus menabrak motor pelaku penjambretan karena ia berupaya melarikan diri. Bahkan setelah terjatuh ia mencoba melawan petugas sehingga kita berikan tindakan tegas terukur pada kakinya," ungkap Budhi.

Saat penangkapan pada Minggu (19/1/2020) lalu pihak kepolisian mengamankan keduanya. Dan baru pada Rabu (22/1/2020) polisi mengamankan AF yang merupakan seorang penadah di kawasan Muara Baru. Kedua tersangka biasa beraksi pada pukul 06.00-08.00 pagi dan 17.00-20.00 WIB.

"Para pelaku mencari mangsa yang sedang memesan ojek online atau taksi online. Saat korban sedang menunggu, saat ada kesempatan tersangka melakukan penjambretan. Dari 45 TKP kita susuri, ada 24 ponsel yang menjadi BB, sisanya sudah dijual oleh pelaku kepada penadah dengan harga berkisar Rp 1,5 juta," tambah Budhi.

Ia menyebutkan pemberantasan kejahatan jalanan menjadi prioritas Polres Metro Jakarta Utara untuk menciptakan ketertiban dan rasa aman di tengah masyarakat khususnya pengguna jalan.

"Pelaku tidak melihat gender korban, namun melihat korban yang lengah. Ia menggunakan jaket yang menyamar layaknya ojek online dengan jaket berwarna hijau. Sebelumnya pelaku juga residivis kasus pencurian dengan pemberatan sebelumnya dengan vonis 1 tahun 6 bulan penjara dan 1 tahun. Kita jerat dengan pasal dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," tandasnya.

Sementara itu, Camat Penjaringan, Depika Romadi meminta agar warga yang memesan taksi atau ojek online di area yang memiliki penerangan cukup dan ramai.

"Silakan melaporkan jika ada titik lokasi jalan yang masih kurang penerangan. Kami akan segera memperbaiki lampu jalan yang mati dengan satgas. Ataupun lokasi yang belum dipasang PJU akan kita segera pasang," kata Depika.