Anies Janji Akan Presentasikan Lengkap soal Penebangan Pohon di Monas dan MRT

Anies Janji Akan Presentasikan Lengkap soal Penebangan Pohon di Monas dan MRT
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan pembangunan jembatan penghubung CSW di simpang CSW, Jakarta Selatan, Rabu, 22 Januari 2020. ( Foto: Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FMB Rabu, 22 Januari 2020 | 14:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjanjikan kepada media akan mempresentasikan lengkap terkait penebangan pohon untuk proyek Revitalisasi Monas dan pembangunan MRT Fase II (Bundaran HI-Kota).

“Nanti di situ akan dipresentaskan lengkap. Sebenarnya sudah pernah dipresentasikan ketika hasil sayembara keluar. Tapi nanti biar MRT presentasi, biar lengkap, tidak parsial. Revitalisasi Monas dan MRT Fase II nanti biar dipresentasikan sebagai satu kesatuan,” kata Anies Baswedan di Kebayoran Baru, Jakarta, Selatan, Rabu (22/1/2020).

Dijelaskannya, penebangan pohon yang dilakukan PT MRT Jakarta dikarenakan adanya pembangunan sebuah stasiun MRT untuk Fase II yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat.

“Karena itu ada sebuah stasiun MRT baru yang letaknya ada di Medan Merdeka Barat. Tetapi keluarnya di sudut barat daya di depan patung Arjuna Wiwaha. Di situ nanti akan keluar (keretanya),” ujar Anies Baswedan.

Seperti diketahui revitalisasi kawasan Monas merupakan bagian dari Rencana Induk Penataan Rencana Tapak Kawasan Medan Merdeka. Pelaksanaan revitalisasi dilakukan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Jakarta. Target pengerjaan selama tiga tahun atau rampung pada 2021.

Untuk menata Monas dan kawasan Medan Merdeka, Anies Baswedan melibatkan publik dengan menggelar sayembara desain pada 2018. Sayembara ini diikuti 26 profesional di bidang arsitek dan interior. Pada Januari 2019, enam pemenang diumumkan Anies.

Setelah itu, pembangunan Revitalisasi Monas dimulai. Pada tahap awal pelaksanaan revitalisasi, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI membangun Plaza Selatan Monas. Untuk proyek di lahan seluas 34.841 meter per segi itu, 190 pohon ditebang. Sebagian Monas yang dulu rindang pun menjadi gersang.

Tindakan ini menjadi polemik baik di tengah-tengah masyarakat maupun di kalangan DPRD DKI. Mereka mempertanyakan alasan penebangan pohon tersebut, yang sudah puluhan tahun ada di Monas. Bahkan, DPRD DKI merasa dicurangi karena dalam pembahasan anggaran mengenai revitalisasi monas, karena Dinas Citata DKI tidak pernah memberitahukan adanya penebangan pohon dalam revitalisasi tersebut.

Belum selesai rasa terkejut masyarakat dan anggota dewan, PT MRT Jakarta juga turut menebang 92 pohon untuk kepentingan pembangunan sebuah stasiun. Meski PT MRT Jakarta mengatakan akan mengganti 92 pohon itu dengan 920 pohon baru.

Namun tetap saja, Pemprov DKI dianggap telah mengorbankan lahan hijau demi pembangunan infrastruktur. Padahal, sudah ada aturan yang mengharuskan pemerintah daerah harus menyediakan lahan terbuka hijau sebanyak 30 persen dari luas wilayahnya. Sedangkan DKI, luas lahan ruang terbuka hijau (RTH) baru mencapai sekitar 10 persen saja.



Sumber: BeritaSatu.com