DKI Bantah Kontraktor Revitalisasi Monas Abal-Abal

DKI Bantah Kontraktor Revitalisasi Monas Abal-Abal
Pengunjung menyaksikan pertunjukan 'video mapping' di Tugu Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu 22 Desember 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Lenny Tristia Tambun / YUD Selasa, 21 Januari 2020 | 18:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI membantah kontraktor revitalisasi Monas adalah kontraktor abal-abal atau tidak meyakinkan seperti yang dituduhkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Seperti diketahui, PT Bahana Prima Nusantara adalah kontraktor pemenang lelang fisik revitalisasi Monas senilai Rp 71,3 milliar. Perusahaan ini memiliki alamat perusahaan di Jalan Nusa Indah Nomor 33 Rt 01/RW 07, Ciracas, Jakarta Timur. Namun saat ditelusuri, kantor kontraktor tersebut berada di gang sempit di tengah-tengah permukiman padat penduduk.

Baca juga: DKI Tegaskan Kontraktor Revitalisasi Monas Tak Lakukan Wanprestasi

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta Heru Hermawanto tidak mempermasalahkan keberadaan kantor PT Bahana Prima Nusantara berada di gang sempit dan permukiman padat penduduk.

Karena yang dinilai adalah hasil kerjanya yang sudah terbukti mumpuni di berbagai proyek pembangunan berskala nasional.

“Masalah kontraktor, yang penting coba lihat pekerjaannya dapat berjalan. Menurut saya, faktanya seperti apa, boleh saja sih. Lihat saja dulu hasil kerjanya seperti apa. Jangan cepat menilai. Kita menilainya dari hasil kerjanya,” kata Heru Hermawanto di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Baca juga: Revitalisasi Monas Hilangkan 190 Pohon, Ini Kata Pemprov DKI

Ia menyebutkan PT Bahana Prima Nusantara telah berpengalaman menyelesaikan beberapa proyek penataan ruang terbuka Kebun Raya Balikpapan pada tahun 2016 dengan anggaran Rp 13,9 miliar dibawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Juga merupakan pemenang lelang pekerjaan penataan bangunan kawasan strategis Masjid Raya Sumbar Kota Padang dengan nilai proyek Rp 28,7 miliar.

“Ini kontraktornya sudah berpengalaman kok. Kontraktornya pernah membangun di Masjid Raya Sumbar Kota Padang. Dan pekerjaannya saya kira bagus. Pertama kali memang agak meragukan, tetapi ternyata pekerjaannya bagus,” ujar Heru Hermawanto.

Baca juga: Ketua DPRD DKI Sayangkan Penebangan 190 Pohon di Monas

Karena itu, Heru Hermawanto meminta semua pihak tidak langsung cepat-cepat menilai. Mereka harus melihat jejak rekam perusahaan itu terlebih dahulu, baru berikan penilaian yang adil.

“Kalau kontrak abal-abal, coba saja dilihat pekerjaannya benar atau tidak. Pernah dipakai di Padang. Maka kita lihat bagaimana,” ungkap Heru Hermawanto.

Sebelumnya Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mencurigai keberadaan kontraktor pemenang proyek revitalisasi Monas. Hal tersebut diungkap oleh anggota Fraksi PSI Justin Adrian usai mengecek alamat kontraktor pemenang yaitu PT Bahana Bima Nusantara.

"Saya enggak judging apa-apa ya, tapi saya bilang agak kurang meyakinkan dari alamat kontraktornya,” kata Justin Adrian.

Justin menyebutkan berdasarkan laporan kader PSI di lapangan alamat kontraktor yang berada di Jl. Nusa Indah No 33, Ciracas, Jakarta Timur tidak ada tanda-tanda keberadaan sebuah kantor atau gedung. "Malah di situ adanya pabrik tahu," ujar Justin Adrian.

Berdasarkan situs lpse.jakarta.go.id, program Revitalisasi Monas di bawah pengawasan Dinas Citata DKI dengan judul lelang "Pelaksanaan Konstruksi Penataan Kawasan Monas”.

Dinas Citata DKI menetapkan harga perkiraan sendiri (HPS) senilai Rp 71,3 miliar yang berasal dari APBD DKI 2019. Pengumuman pascakualifikasi lelang dimulai 11 Oktober 2019. Setelah melalui proses, Pemprov DKI menetapkan PT Bahana Prima Nusantara sebagar pemenang lelang dengan nilai Rp 64,1 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com