Soal Penebangan 190 Pohon, DPRD DKI Akan Panggil SKPD Terkait

Soal Penebangan 190 Pohon, DPRD DKI Akan Panggil SKPD Terkait
Prasetio Edi Marsudi. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / JAS Senin, 20 Januari 2020 | 14:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta akan memanggil Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait penebangan 190 pohon di kawasan Monas dalam upaya revitalisasi kawasan Medan Merdeka.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan akan meminta Komisi D untuk memanggil SKPD terkait agar dapat menjelaskan alasan penebangan 190 pohon di Monas yang merupakan kawasan cagar budaya.

“Saya akan meminta Komisi D untuk memanggil SKPD terkait. Iya, kami mau lihat aturan dari cagar budaya itu seperti apa. Kita mau tahu konsep besar dari revitalisasi Monas seperti apa. Karena itu, kawasan cagar budaya tadi, Monas tidak bisa sembarang diperlakukan untuk bangun ini itu,” kata Prasetio Edi Marsudi, Senin (20/1/2020).

Diungkapkannya, DPRD DKI telah menyetujui anggaran revitalisasi Monas sebesar Rp 114,47 miliar karena ada kaitannya dengan penyelenggaraan Formula E. Tetapi bukan berarti, Pemprov DKI bisa seenaknya menebang ratusan pohon yang telah menghiasi kawasan Monas cukup lama.

“Di Banggar, revitalisasi Monas ini kaitannya dengan penyelenggaraan Formula E, bukan untuk tebang-tebang pohon. Bagaimana pengaspalannya, pengalihan sejumlah ruas jalan untuk trek yang akan menjadi perlintasan,” ujar Prasetio Edi Marsudi.

Politisi PDI Perjuangan ini bisa menerima alasan, penebangan pohon tersebut dilakukan untuk memindahkan penghijauan ke depan. Karena memang tidak menambah luas ruang terbuka hijau (RTH) di DKI Jakarta.

“Kalau alasannya untuk penghijauan ke depannya, ini tidak menambah luas RTH baru kok. Bukannya malah mubazir, kalau saya bilang sih mubazir karena ini uang rakyat, yang saat ini lagi takut-takutnya nih sama banjir. Kenapa anggaran segitu besar bukan buat penanganan banjir?” tegasnya.

Ditempat terpisah, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah mengatakan revitalisasi kawasan Monas di bawah koordinasi Dinas Cipta Karya, Pertanahan, dan Tata Ruang (Citata) DKI Jakarta.

Dalam penyampaian anggaran revitalisasi saat pembahasan anggaran, Dinas Citata DKI tidak menyampaikan adanya rencana pemangkasan pohon tersebut.

Ia sendiri sangat menyayangkan penebangan ratusan pohon tersebut. Karena itu, dalam waktu dekat ini pihaknya akan memanggil Dinas Citata untuk diminta keterangannya soal penebangan 190 pohon yang menjadi bagian revitalisasi Monas.

"Dalam waktu dekat kami akan panggil Dinas Citata, karena anggaranya ada di sana. Sangat disayangkan ya adanya penebangan pohon itu. Saya saja baru tahu dari media soal itu. Karena mereka belum paparkan ke kami soal detailnya," kata Ida Mahmudah.

Dijelaskannya, konsep revitalisasi Monas yang sempat dibahas pada rapat Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2020, ialah untuk pembangunan sirkuit Formula E. Ia mengaku tak tahu alasan penebangan 190 pohon tersebut.

"Tidak ada dibahas itu. Seharusnya revitalisasi Monas tidak menganggu ruang terbuka hijau, itu harus ada (RTH). Mereka (Dinas Citata) bilang hanya ada ornamen-ornamen baru. Tapi, tiba-tiba begitu (tebang 190 pohon),” jelas Ida Mahmudah.



Sumber: BeritaSatu.com