Jenazah Para Kader Posyandu Tiba, Pemkot Depok Beri Santunan

Jenazah Para Kader Posyandu Tiba, Pemkot Depok Beri Santunan
Wali Kota Depok Mohammad Idris memimpin salat jenazah bagi para kader posyandu yang menjadi korban kecelakaan di Kabupaten Subang. Turut hadir menyalati jenazah para korban yakni Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna, Camat Cipayung Asep Rahmat, dan segenap stakeholder di Kota Depok. ( Foto: Beritasatu Photo / Bhakti Hariani )
Bhakti Hariani / WBP Minggu, 19 Januari 2020 | 13:20 WIB

Depok, Beritasatu.com - Jenazah delapan kader Posyandu Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter), Kecamatan Cipayung, Kota Depok yang meninggal akibat kecelakaan tunggal di Subang telah tiba di Depok. Jenazah langsung disalatkan oleh Wali Kota Depok Mohammad Idris.

Wali Kota Depok Mohammad Idris juga menegaskan akan memberikan santunan kematian untuk kedelapan korban meninggal dunia dengan jumlah masing-masing sebesar Rp 10 juta.

"Jangan sampai menyulitkan keluarga dengan administrasi. Segera datangi keluarga dan cairkan santunan kematiannya," ujar Mohammad Idris usai memimpin salat jenazah korban, di Masjid Assobariyah, Kelurahan Boponter, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (19/1/2020).

Pemkot Depok Gratiskan Biaya RS Korban Kecelakaan Maut Subang

Wali kota juga mengenang jasa para kader Posyandu Boponter yang sudah membawa banyak manfaat bagi warga sekitarnya. Mohammad Idris berharap pada Allah agar para korban yang meninggal dunia husnul khatimah. "Jasa sosial mereka sangat banyak. Terutama dalam memberikan manfaat bagi warga," kata Mohammad Idris.

Wali kota berharap, ke depan kegiatan wisata kader posyandu agar lebih dikoordinasikan dengan lurah dan camat setempat, sehingga dapat diketahui standar bus yang digunakan, termasuk penanggung jawab dalam kegiatan tersebut.

"Saya minta pada lurah dan camat agar melakukan koordinasi perjalanan wisata yang dilakukan oleh para kader. Agar nanti ada standar bus yang digunakan, termasuk penanggung jawab di jalan pun bisa diketahui," tutur Mohammad Idris.

Kecelakaan Tunggal Bus di Subang, 8 Orang Tewas

Sementara RSUD Kota Depok menerima 13 orang korban luka ringan karena kecelakan di Kabupaten Subang. Para korban telah diberikan perawatan. Direktur RSUD Kota Depok Devie Maryori menuturkan, dari 13 orang tersebut hanya dua orang yang mendapatkan perawatan. Sedangkan sisanya sudah diperbolehkan pulang setelah dilakukan pemeriksaan.

"Hanya dua orang yang dirawat. Satu pasien karena terdiagnosis patah tulang iga jadi harus mendapatkan perawatan. Satu orang lagi masih menunggu hasil rontgen yang belum keluar," ujar Devie Maryori kepada beritasatu.com, Minggu (19/1/2020).

Diungkap Devie, selain di RSUD Kota Depok, para korban juga dirawat di sejumlah rumah sakit yakni RS Mitra Keluarga sebanyak satu orang, RS Hermina Depok satu orang, RS Universitas Indonesia yang terbanyak yakni 33 orang. "Kami kebagian yang luka ringan saja karena kami tidak memiliki fasilitas CT-Scan," ujar Devie Maryori.

Sedangkan di RS Universitas Indonesia (RSUI), Humas RSUI Kinanti Putri memaparkan, para korban luka sudah diterima oleh RSUI sebanyak 33 orang dan sedang ditangani tim medis RSUI.

"Para korban selamat tersebut akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di RSUI. Tim kesehatan RSUI akan melakukan triase di IGD terlebih dahulu untuk melihat kondisi korban. Jika ada indikasi akan dilakukan penanganan lebih lanjut, berkoordinasi dengan SPGDT Kota Depok," papar Kinanti Putri.

Tim kesehatan RSUI juga telah menyiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan. Termasuk apabila diperlukan tindakan pembedahan.



Sumber: Suara Pembaruan