Tarik Minat Wisatawan, Pulau Seribu Punya 8 Ikon Baru

Tarik Minat Wisatawan, Pulau Seribu Punya 8 Ikon Baru
Seorang wisatawan bersantai dengan hammock di kawasan wisata jembatan cinta di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jumat (26/07) (Foto: beritasatu,com / Yudha Baskoro/Jakarta Globe)
Lenny Tristia Tambun / MPA Senin, 16 Desember 2019 | 17:29 WIB

 

 

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk menarik minat wisatawan, khususnya dalam libur Natal dan Tahun Baru, Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Sudin Parbud) Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, tidak hanya terus mempercantik kawasan wisata yang ada di Kepulauan Seribu dari sisi infrastrukturnya, tetapi juga delapan ikon baru juga telah terpasang.

Terdapat delapan ikon baru yang dipercayakan kepada tim perencana, yang terdiri atas Arief Timor, Adityayoga, Agoes Salim, Nicholas Willa, Anindyo Widito. Sementara itu, pematung dipercayakan kepada Yani Mariani dan Agus Widodo.

Adapun empat ikon karya Yani Mariani. Diantaranya, ikon Jiwa Samudera yang berukuran 3mx3mx4,5m. Ikon yang berbentuk biota laut ini dipasang di Pulau Pari.

Kemudian ikon Persembahan Cinta ukuran 2mx2mx3m, berbentuk telapak tangan dan bunga mawar, dipasang di Pulau Tidung. Lalu, ikon Derai Embun dengan ukuran 3,5mx3,5mx5,5m dipasang di Pulau Pramuka; dan ikon Nyala Samudera ukuran 4mx5,5mx4m, diletakkan di Pulau Karya.

Sedangkan, empat ikon karya Agus Widodo, yaitu ikon Generasi Pelaut ukuran 5mx3mx3m, berbentuk perahu, terletak di Pulau Tidung; ikon Ombak Menari ukuran 7mx2,5mx3m, berbentuk ombak, dipasang di Pulau Karya; ikon Tangan Lestari ukuran 1,6mx1.6mx3m, berbentuk dua tangan, diletakkan di Pulau Pramuka; dan ikon Sakura ukuran 3mx3mx3m, berbentuk bunga, berada di Pulau Untung Jawa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Alberto Ali mengatakan pemasangan ikon seni dilakukan untuk memperindah pantai di Kepulauan Seribu, sekaligus sebagai pembeda dengan pantai lainnya di Indonesia.

“Dengan adanya ikon seni ini diharapkan menarik wisatawan untuk menghabiskan liburan akhir tahun di Kepulauan Seribu,” kata Alberto Ali, Senin (16/12/2019).

Di samping itu, Kepala Sudin Parbud Kepulauan Seribu Cucu Ahmad Kurnia menambahkan, pemasangan ikon-ikon baru dilakukan atas kerja sama dengan Asosiasi Pematung Indonesia cabang Jakarta. “Saya mengucapkan terima kasih untuk para seniman yang telah membantu mewujudkan hal ini,” kata Cucu Ahmad Kurnia.

Cucu Ahmad Kurnia menjelaskan, sejumlah ikon baru tersebut dipasang di beberapa pulau yang memang menjadi tujuan wisata.

Ditempat terpisah, Kurator Seni Benny Ronald menerangkan, sebuah karya seni yang tampil atau hadir di ruang publik adalah sebagai sebuah entitas yang mampu memberikan dan menggugah rasa bagi siapapun yang melihat ataupun berinteraksi dengannya. “Dengan adanya seni ruang publik, banyak tempat atau spot yang semula sepi/mati/kosong menjadi memiliki nilai yang lebih dan cukup signifikan memberikan daya tarik tersendiri,” terang Benny Ronald.

Menurut Benny, kehadiran ikon-ikon baru tersebut dapat menjadikan wisata Kepulauan Seribu memiliki daya tarik yang berbeda dari wisata pantai lain di luar Jakarta, terutama dalam penyediaan lokasi berswafoto untuk wisatawan. Dengan adanya penambahan landmark atau keindahan artificial berupa ikon baru, dapat memberikan nilai tambah pula untuk setiap pulau di Kepulauan Seribu.



Sumber: BeritaSatu.com