Diduga Terlibat Jaringan Pengedar Narkoba, Polisi Ciduk Mantan Model Malaysia

Diduga Terlibat Jaringan Pengedar Narkoba, Polisi Ciduk Mantan Model Malaysia
Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi, di Mapolda Metro Jaya. (Foto: be)
Gardi Gazarin / RSAT Kamis, 12 Desember 2019 | 12:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Polres Metro Jakarta Barat hingga Kamis (12/12/2019) masih mengembangkan kasus penyelundupan narkoba yang melibatkan mantan model asal Malaysia berinisial DY (39). Polisi menyita sejumlah paket sabu dan ratusan butir ekstasi dalam penggerebekan di apartemen mewah milik DY di Tangerang Selatan.

Wanita cantik itu masih terus diperiksa secara maraton di Satnarkoba Polres Jakarta Barat. DY yang sering tampil di televisi Malaysia diduga terlibat jaringan pengedar narkoba antarnegara yakni Indonesia-Malaysia. Belakangan DY diketahui sering berpergian ke Malaysia, diduga sebagai bandar narkoba. "Tersangka mantan model yang sering tampil di televisi Malaysia," kata Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengky Haryadi kepada SP, Kamis (12/12/2019).

Pihak Polres Jakarta Barat terus mengembangkan kasus narkoba yang menjerat mantan model DY untuk mengungkap jaringannya. Penggerebekan di apartemen mewah milik DY  dipimpin Kanit 1 Narkoba AKP Arif Oktora pada Rabu (11/12/2019) setelah diyakini wanita cantik itu menyimpan sejumlah “barang haram” di apartemennya.

Sebelumnya polisi telah melakukan pengintaian selama beberapa hari. Polisi menduga DY sudah lama terlibat peredaran dan penyelundupan narkoba jaringan internasional. Dalam penggerebekan itu polisi menyita beberapa kaleng bubuk cokelat, suplemen makanan dari Malaysia yang di dalamnya berisikan sabu.

Polisi meyakini sabu dan ekstasi yang menjerat DY diselundupkan dari Malaysia ke Jakarta. DY diduga sebagai salah satu pengedar sabu untuk wilayah Jakarta.

Dalam pemeriksaan DY mengaku barang haram itu dia dapatkan dari teman yang warga negara Nigeria. Polisi masih memburu pria asing yang menjadi rekan bisnis DY.



Sumber: Suara Pembaruan