DKI Bangun 259 Pos Sahabat Perempuan dan Anak

DKI Bangun 259 Pos Sahabat Perempuan dan Anak
Peresmian Pos Sahabat Anak dan Perempuan di Stasiun MRT Dukuh Atas, Terowongan Kendal, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019) (Foto: Beritasatu.com / Lenny Tristia Tambun)
Lenny Tristia Tambun / FER Selasa, 10 Desember 2019 | 16:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk terus menjadikan Jakarta sebagai Kota Ramah Perempuan dan Anak, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun pos sahabat perempuan dan anak di seluruh halte Transjakarta serta stasiun LRT dan MRT Jakarta.

Aktualisasi Kearifan Lokal Cermin Ideologi Pancasila

Pos Sahabat Perempuan dan Anak ini nantinya akan tersedia di 240 halte Transjakarta, enam Stasiun LRT Jakarta dan 13 Stasiun MRT.

Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antara Pemprov DKI dengan BUMD DKI yang bergerak dibidang transportasi publik, yaitu PT MRT Jakarta dan PT LRT Jakarta, di Terowongan Kendal, Jakarta, Pusat, Selasa (10/12/2019).

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menerangkan, keberadaan Pos Sahabat Perempuan dan Anak untuk menindaklanjuti Keputusan Gubernur Nomor 1107 Tahun 1107 Tahun 2019 Tentang perubahan atas keputusan Gubernur Nomor 1043 Tahun 2018 Tentang Daftar Kegiatan Starategis Daerah Pada Poin 13 Tentang Perlindungan dan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.

Wartawan Buka Taman Bacaan untuk Anak-anak Bukit Duri

"Kita telah menyaksikan penandatanganan komitmen pos sahabat perempuan dan anak. Pesannya adalah Jakarta akan terus berkomitmen selain mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum sekaligus membuktikan Jakarta sebagai kota yang ramah perempuan dan anak,” kata Anies Baswedan dalam acara tersebut.

Pos Sahabat Perempuan dan Anak

Anies menegaskan, makna sahabat dalam Pos Sahabat Perempuan dan Anak merupakan bagian dari usaha Pemprov DKI membangun kesadaran akan pentingnya perlindungan bagi perempuan dan anak. Sehingga, nantinya petugas yang ada di Pos tersebut selain melakukan pelayanan secara pasif atau menunggu laporan datang, tetapi juga aktif mengklampanyekan anti kekerasan perempuan dan anak.

"Tempat ini (Pos Sahabat Perempuan dan Anak) kita mempromosikan kesadaran ke warga pengguna angkutan umum massal. Bila kita lihat figur perempuan dan anak harus dilihat sebagai ibu atau anak kita sendiri, komitmen itu harus ada di pribadi kita dan kita berharap seluruh stasiun dan halte dan petugasnya ada menggunakan pin, Insyaallah akan memberikan perasaan aman dari seluruh pengguna transportasi kita,” terang Anies Baswedan.

Dalam acara yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Provinsi DKI Jakarta, Tuty Kusumawati, mengatakan nantinya pengaduan di Pos Sahabat Perempuan dan anak akan terintegrasi dengan sistem pengaduan yang ada di Pemprov DKI Jakarta.

Diterangkannya, akan ada tiga jenis pelayanan di Pos Sahabat Perempuan dan Anak di masing-masing stasiun dan halte.

"Ada tiga layanan yang diberikan dan sudah terstandar ISO 9001-2015 antara lain Pengaduan, Pendampingan psikologi, Layanan pendampingan hukum. Adapun layanan lainnya adalah rumah sakit terkait visum gratis disediakan Pemprov DKI dan pendampingan ke kepolisian,” jelas Tuty Kusumawati.



Sumber: BeritaSatu.com