Tanggul NCICD Roboh, Anies: Tanggung Jawab Kempupera

Tanggul NCICD Roboh, Anies: Tanggung Jawab Kempupera
Kondisi robohnya 100 meter tanggul laut NCICD di sisi Timur Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman Muara Baru yang sudah terpasang seng, Jakarta Utara, Rabu (4/12/2019). (Foto: Istimewa)
Lenny Tristia Tambun / FER Kamis, 5 Desember 2019 | 21:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, jebolnya tanggul Proyek Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di Muara Baru, Jakarta Utara sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera).

Sisi Timur Tanggul Pelabuhan Muara Baru Roboh

"Tanggul (roboh) yang dibangun oleh Kempupera. Itu proyek Kempupera," kata Anies di kawasan Polda Metro Jaya, usai menghadiri peluncuran ETLE Development program, Jakarta, Kamis (5/11/2019).

Anies mengapresiasi Kempupera yang sudah turun langsung ke lapangan untuk membenahi tanggul yang jebol tersebut. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mendukung perbaikan tanggul. Serta memantau perbaikan agar dapat memberikan bantuan bila Kementerian yang dipimpin Basuki Hadimuljono ini membutuhkan bantuan.

"Alhamdulillah kita bersyukur teman-teman dari Kempupera sudah sejak hari Selasa sore bekerja di sana. Jadi kita pantau dan kita dukung apa yang dibutuhkan teman-teman Kempupera,” ujar Anies Baswedan.

Pembangunan Tanggul Laut Raksasa Dipastikan Molor

Seperti diketahui, beberapa hari lalu, tanggul yang masuk dalam proyek NCICD di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara jebol. Tanggul itu bahkan diperkiran jebol sekitar 100 meter.

NCICD sendiri merupakan proyek untuk perlindungan jangka panjang atas wilayah Jakarta dan sekitarnya, terhadap bencana banjir rob yang disebabkan oleh luapan air laut.

Tanggul ini disebut berguna untuk menahan kerusakan atau pergesaran tanah akibat meningkatnya gelombang air laut di kawasan tersebut. Setelah para pengembang reklamasi menyatakan mundur pembangunan proyek ini sepenuhnya diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta dan Kempupera.



Sumber: BeritaSatu.com