Bank DKI Raih Penghargaan Bank Pembangunan Terbaik

Bank DKI Raih Penghargaan Bank Pembangunan Terbaik
Direktur Kredit UMK & Usaha Syariah PT Bank DKI, Babay Parid Wazdi (kanan) menerima penghargaan Bank DKI sebagai The Best Regional pada acara CNBC Indonesia Award 2019 di Jakarta, (4/12). ( Foto: Beritasatu Photo/Istimewa )
Lenny Tristia Tambun / FER Kamis, 5 Desember 2019 | 18:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bank DKI meraih penghargaan sebagai Bank Pembangunan Terbaik dari CNBC Indonesia. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah Bank DKI Babay Parid Wazdi pada malam penganugerahan CNBC Award Indonesia Award 2019, Rabu (4/12/2019).

Tersangka Pembobol Bank DKI Belum Ditahan

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini mengatakan, penghargaan ini menjadikan sebuah bukti kehadiran Bank DKI sangat penting untuk mendukung pembangunan DKI Jakarta.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada segenap pemangku kepentingan atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada Bank DKI selama ini, sehingga mendapatkan penghargaan Bank Pembangunan Terbaik,” kata Herry Djufraini, Kamis (5/12/2019).

Dijelaskannya, Bank DKI bisa mendapatkan penghargaan tersebut berdasarkan penilaian Tim Riset CNBC. Tim ini menilai keberadaan Bank DKI menjadi salah satu elemen krusial bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk menaikkan tingkat kesejahteraan warga DKI.

Dukung Gerakan Non Tunai, DKI Sediakan JakCard dan JakLingko

"Sudah banyak produk yang dikeluarkan Bank DKI yang dapat dimanfaatkan Pemprov DKI untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Herry Djufraini.

Diantaranya, Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), Kartu Lansia Jakarta (KLJ) dan Kartu Pekerja Jakarta.

"Ini merupakan contoh produk-produk yang terbukti memiliki peran besar dalam menaikkan taraf hidup masyarakat di Jakarta,” terang Herry Djufraini.

Bantuan melalui produk Bank DKI tersebut, dinilai efektif untuk meningkatkan kesejahteraan warga Jakarta. Lihat saja, tingkat pengangguran terbuka di DKI Jakarta berhasil ditekan menjadi 6,22 persen pada Agustus 2019 dari sebelumnya 6,24 persen pada Agustus 2018.

“Tingkat pengangguran terbuka sebesar 6,22 persen ini merupakan tingkat pengangguran terendah dalam tiga tahun terakhir,” papar Herry Djufraini.

Tak hanya tingkat pengangguran, efektifitas penyaluran bantuan melalui Bank DKI terbukti mampu menekan tingkat kemiskinan. Pada Maret 2019, tingkat kemiskinan di DKI Jakarta turun menjadi 3,47 persen, dari yang sebelumnya 3,57 persen pada Maret 2018. Tingkat kemiskinan yang sebesar 3,47 persen tersebut merupakan yang terendah dalam lima tahun terakhir.

“Maka tak heran, jika dari tahun ke tahun, laju pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta selalu bisa mengalahkan laju pertumbuhan ekonomi nasional. Sepanjang sembilan bulan tahun 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian DKI Jakarta tumbuh sebesar 6,01 persen secara tahunan. Jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,04 persen,” jelas Herry Djufraini.

Menurutnya, Bank DKI juga memiliki komitmen yang tinggi dalam menyediakan layanan sistem pembayaran di sektor transportasi public di DKI Jakarta. Sehingga, mampu mendorong pertumbuhan fee-based income dengan signifikan.

Pada sembilan bulan di tahun 2019, fee-based income Bank DKI tercatat melonjak sebesar 13 persen secara tahunan. Pada periode yang sama, pada sisi kinerja keuangan, Bank DKI membukukan pendapatan bunga bersih senilai Rp 1,7 triliun. Sementara laba bersih adalah senilai Rp 584,4 miliar. Sedangkan, aset Bank DKI per September 2019 tercatat senilai Rp 50,2 triliun.

“Sinergi dengan sejumlah BUMD disektor transportasi seperti Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta dianggap penting dalam mendukung pengembangan sektor transportasi public di DKI Jakarta,” ungkap Herry Djufraini.



Sumber: BeritaSatu.com