DKI Rencanakan Pembangunan 25 JPO Senilai Rp 250 Miliar

DKI Rencanakan Pembangunan 25 JPO Senilai Rp 250 Miliar
Jembatan penyeberangan orang Gelora Bung Karno. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / FER Selasa, 22 Oktober 2019 | 16:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menargetkan dalam waktu empat tahun, dapat membangun 25 jembatan penyeberangan orang (JPO) yang futuristik dan modern. Tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyeberangan, kehadiran JPO tersebut diharapkan dapat menambah pengalaman baru bagi warga Jakarta.

Baca Juga: DKI Percepat Revitalisasi Trotoar dan JPO

Kepala Dinas Bina Marga DKI, Hari Nugroho, mengatakan, pembangunan 25 JPO futuristik dan modern yang dilengkapi dengan lampu warna warni serta lift telah dibangun sejak tahun 2018. Diharapkan seluruh JPO tersebut dapat rampung dibangun hingga tahun 2021 mendatang.

“Selain penataan trotoar, kita juga membangun sarana penunjangnya berupa JPO. Sebanyak 25 JPO akan kita bangun. Dan sudah dibangun sejak tahun 2018 lalu,” kata Hari Nugroho, Selasa (22/10/2019).

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO)

Baca Juga: Revitalisasi Trotoar Utamakan Pejalan Kaki

Hari merincikan, pada tahun 2018, pihaknya telah berhasil membangun lima JPO. Yaitu, JPO Jelambar, JPO Sumarno, JPO Polda Metro Jaya, JPO Gelora Bung Karno dan JPO Bundaran Senayan.

Kemudian di tahun 2019, sedang dibangun JPO Daan Mogot dan JPO Pasar Minggu. Saat ini, pembangunan kedua JPO ini sudah mencapai 70 persen. Diharapkan pada akhir tahun, 30 persen kekurangan konstruksinya sudah dapat rampung.

"Kenapa tahun ini hanya dua JPO yang dibangun, dikarenakan adanya gagal lelang beberapa JPO. Gagal lelang dikarenakan tanah belum siap dibebaskan,” ujar Hari Nugroho.

Alasan gagal lelang, ungkap Hari, dikarenakan saat melakukan perencanaan, tidak diiringi dengan pembebasan lahan. Begitu perencanaan selesai, sudah ditentukan titik pembangunan JPO, ternyata pembebasan lahannya belum selesai.

"Makanya kami tunda pembangunannya. Kami dorong pembangunanya di tahun 2020. Sehingga di tahun ini, kami hanya bangun dua JPO. Karena pembebasan tanahnya yang baru clear ya untuk dua JPO itu," jelas Hari Nugroho.

Baca Juga: Livi Zheng Terkesima Lihat Jakarta Sekarang

Sedangkan di tahun 2020, Dinas Bina Marga DKI merencanakan pembangunan 18 JPO. Hanya saja, yang baru selesai perencanaannya di tahun ini ada 11 JPO. Dengan demikian, 11 JPO ini yang akan dibangun di tahun 2020.

Adapun kesebelas JPO tersebut adalah JPO Kyai Caringin (RS Tarakan Busway), JPO Suryopranoto (Petojo Busway), JPO Pos (Pasar Baru Busway), JPO Daan Mogot (Rumah Duka Abadi), JPO Sahardjo (Menteng Pulo), JPO Warung Jati Barat (Masjid Assalafiya), JPO Warung Jati Barat (Pejaten Village), JPO Jalan Raya Pasar Minggu (FO Tanjung Barat), JPO Lenteng Agung (FO Lenteng Agung-IISIP), JPO Fatmawati (RSUP Fatmawati) dan JPO Sugiono (Masjid Al Abidin).

Sedangkan sisanya, tujuh JPO lagi, lanjut Hari Nugroho, diperkirakan akan dibangun pada tahun 2021. Karena, pihaknya akan penyusunan perencanaan baru dimasukkan ke dalam tahun anggaran 2020.

Ketujuh JPO tersebut adalah JPO Juanda (Pecenongan Busway), JPO KH Mas Mansyur (Muhammadiyah), JPO Jembatan Dua (Arwana IV), JPO Tubagus Angke (Perdana Kusuma), JPO Tubagus Angke (RPTRA Kalijodo), JPO Sahardjo (SD Menteng Atas) dan JPO Bintaro Permai (FO Bintaro Permai).

Hari menjelaskan, untuk pembangunan satu JPO, dibutuhkan anggaran sebesar Rp 10 miliar. Untuk pembangunan JPO ini, Dinas Bina Marga mendapatkan rekomendasi dari Dinas Perhubungan DKI. Biasanya, di lokasi pembangunan JPO tersebut, sering terjadi kecelakaan lalu lintas.

"Semua JPO ini akan kita buat semenarik mungkin. Dan tidak akan sama satu sama lain. Semua akan dilengkapi dengan sistem lampu red green blue (RGB) yang bisa menghasilkan 100 warna serta lift bagi lansia dan disabel,” jelas Hari Nugroho.



Sumber: BeritaSatu.com