Keberadaan Jalur Khusus Pesepeda Diminta Lebih Steril

Keberadaan Jalur Khusus Pesepeda Diminta Lebih Steril
Keberadaan jalur sepeda di Jalan Pemuda Rawamangun hingga menuju ke arah Monumen Nasional (Monas) masih banyak yang belum steril, Selasa (22/10/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta )
Carlos Roy Fajarta / FER Selasa, 22 Oktober 2019 | 15:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Para penggiat komunitas bersepeda di Jakarta mengapresiasi upaya pembuatan jalur permanen sepeda yang hendak di realisasikan oleh Pemprov DKI Jakarta dengan melakukan uji coba di tiga jalur rute hingga akhir tahun 2019 ini.

Salah satu anggota Bike2Work, Rudi (43) mengakui, dengan keberadaan jalur khusus sepeda tersebut diharapkan para pesepeda dapat lebih nyaman dan merasa aman dalam berkendara.

"Tentu saja saya apresiasi apa yang sudah dan akan di jalankan Pemda DKI sehubungan dengan ketersediaan jalur khusus sepeda tersebut. Tentunya masih banyak hal yang perlu di perbaiki ke depan misalkan saja sterilisasi jalur, konektivitas, dan kenyamanan serta keamanan," ujar Rudi kepada Beritasatu.com, Selasa (22/10/2019).

Jalur Khusus Pesepeda

Rudi menyebutkan, bagi anggota Bike2Work yang sudah biasa ber-gowes ria di jalanan ibu kota sebelum keberadaan jalur sepeda tersebut dan sudah biasa menghadapi berbagai rintangan selama perjalanan keberadaan jalur itu membawa dampak positif.

"Saran saya pembatas jalur sepeda jangan dibuat dengan menggunakan cone plastik karena rawan jatuh atau bergeser, mohon dibuatkan pembatas yang lebih aman," tambah Rudi.

Sementara itu, Komunitas Sepeda Bekate, Dani menyebutkan pihaknya mendukung apapun yang dibuat dalam memfasilitasi dengan hobby kita bersepeda.

"Kalau boleh saya hanya kasih masukan ke Pemprov DKI untuk membuat jalur sepeda di atas trotoar yang lebar seperti yang ada di daerah danau Sunter dan ada di Bogor. Tujuannya agar jalur sepeda lebih steril dan untuk menghindari tertabrak dari kendaraan bermotor dari belakang," ujar Dani.

Ia menyebutkan dirinya sudah mencoba jalur sepeda di Jalan Pemuda Rawamangun dan merasakan keberadaan jalur sepeda cukup bagus dan harus lebih steril dari kendaraan bermotor parkir.

Sedangkan, Komunitas Sepeda London Taxi, Ricky menyebutkan pihaknya mendukung keberadaan jalur sepeda dan berharap agar kedepannya buatkan jalur sepeda rute Tanjung Priok - Cililitan.

Pengurus Komunitas sepeda Fixie Jakarta, Natael berpendapat jalur sepeda yang berada di bahu kiri jalan cukup rentan dijadikan parkir kendaraan sepeda motor sehingga perlu dibuatkan aturan melalui Perda atau Pergub agar para pesepeda merasa aman dan nyaman.

"Mungkin ke depanya kalau kedapatan menggunakan jalur tersebut lebih baik kena sanksi tilang atau yang manusiawi di kempeskan bannya," tutup Natael.

Berdasarkan hasil pengamatan Beritasatu.com, di area jalur sepeda Jalan Pemuda Rawamangun hingga ke arah Monumen Nasional masih banyak pengguna sepeda motor khususnya ojek online yang menggunakan jalur sepeda untuk tempat berhenti bahkan parkir.

Sebagaimana diketahui Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan uji coba tiga rute sepeda pada September - November 2019 yakni di Jalur sepeda Jalan Merdeka Selatan - Jalan Pemuda sepanjang 25 kilometer, Jalur sepeda Jalan Jenderal Sudirman - Jalan RS Fatmawati Raya sepanjang 23 kilometer, dan Jalur sepeda Jalan Tomang - Jatinegara sepanjang 15 kilometer (km).

Jalur sepeda selama ini sudah sering kali diusulkan oleh para pecinta olahraga sepeda yang sering mengikuti kegiatan Jakarta Night Ride setiap pekannya di Jumat malam dengan rute kantor Balaikota DKI Jakarta menuju Jakarta International Velodrome (JIV).



Sumber: Suara Pembaruan