Dinas Bina Marga Akan Naikkan Target Penataan Trotoar Jadi 100 Km Per Tahun

Dinas Bina Marga Akan Naikkan Target Penataan Trotoar Jadi 100 Km Per Tahun
Salah satu sudut trotoar yang baru saja diselesaikan pengerjaannya oleh Pemprov DKI Jakarta di jalur lambat Jalan Yos Sudarso, Kota Jakarta Utara pada Senin, 16 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Fajarta Barus )
Lenny Tristia Tambun / JAS Senin, 21 Oktober 2019 | 21:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Melihat dalam waktu lima tahun (2016-2020), penataan trotoar yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta baru mencapai 16 persen dari total panjang trotoar yang ada di Jakarta 2.600 km, maka Dinas Bina Marga DKI akan menaikkan target penataan trotoar menjadi 100 kilometer (km) per tahun.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho mengatakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI 2017-2022, diamanatkan penataan trotoar di DKI Jakarta sepanjang 60 km per tahun.

Namun dengan total panjang trotoar DKI sepanjang 2.600 km, maka dengan target tersebut, dibutuhkan waktu 50 tahun untuk mencapai 100 persen penataan trotoar yang ideal dan diharapkan warga Jakarta.

“Dibutuhkan waktu 50 tahun, itu kelamaan. Mana kemungkinkan kita akan revisi targetnya. Paling tidak minimal 100 km per tahun. Artinya, 20 tahun baru trotoar DKI sudah dibangun 100 persen, ideal dan sesuai dengan harapan kita,” kata Hari Nugroho di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Ia memaparkan, sejak tahun 2016 hingga 2020 mendatang, bila penataan trotoar terus dilakukan, jumlahnya baru mencapai 16 persen dari total panjang trotoar di Jakarta. “Masih kurang 20 persen. Ya itu dikarenakan lagi-lagi kemampuan anggaran dalam melakukan penataan trotoar,” ujar Hari Nugroho.

Pada tahun 2016, Dinas Bina Marga DKI sudah mampu menata trotoar sepanjang 47,97 km. Lalu pada tahun 2017 mencapai 78,75 km. Meningkat di tahun 2018, perbaikan trotoar dilakukan sepanjang 118 km.

Lalu di tahun 2019, ditargetkan ada sepanjang 67,44 km trotoar yang ditata dan 2020 ada sepanjang 103,74 km.

“Kalau kita lihat pada tahun 2020 ada target menata trotoar sepanjang 103,74 km, dibandingkan dengan target 2019, maka ada lompatan yang besar. Maka kita akan terus tingkatkan penataan trotoar di 2021 dan tahun-tahun mendatang menjadi 100 km per tahun lebih lagi. Jadi kurang 20 tahun, trotoar DKI sudah bisa dinikmati masyarakat. Trotoar yang nyaman dan ideal,” jelas Hari Nugroho.

Dijelaskannya, penataan atau revitalisasi trotoar dibangun dengan konsep desain yang mengutamakan skala prioritas dan kriteria yang telah ditetapkan Pemprov DKI. Seperti di tahun 2020 mendatang, akan dibangun trotoar di sekitar Stasiun MRT Lebakbulus, Cipete hingga stasiun MRT Fase 2 (Bundaran HI-Ancol).

“Artinya mengintegrasikan pejalan kaki dengan transportasi publik. Pejalan kaki dimudahkan untuk menuju transportasi publik. Jadi trotoar akan diintegrasikan dengan MRT, LRT, BRT maupun KRL,” papar Hari Nugroho.

Dengan integrasi tersebut, berarti Dinas Bina Marga DKI harus membangun jalan kolektor di pemukiman agar dapat tersambung dengan jalan arteri yang menuju transportasi publik. Nantinya, penataan trotoar di jalan kolektor atau penghubung di pemukiman warga akan dikerjakan oleh Suku Dinas Bina Marga di enam wilayah. Sedangkan pentaan trotoar di jalan arteri akan dikerjakan Dinas Bina Marga.

“Kalau ini sudah 100 persen tercapai, walaupun Jakarta tidak lagi menjadi Ibu Kota, tetapi tetap menjadi kota pusat kegiatan atau service city yang humanis,” ungkapnya.



Sumber: BeritaSatu.com