Ninoy Bongkar Peran Dokter IZH dalam Kasus Penganiayaan

Ninoy Bongkar Peran Dokter IZH dalam Kasus Penganiayaan
Ilustrasi pemukulan. ( Foto: Istimewa )
Bayu Marhaenjati / YUD Jumat, 18 Oktober 2019 | 20:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pegiat media sosial Ninoy Karundeng, mengungkap peran seorang dokter berinisial IZH, terkait kasus penganiayaan terhadap dirinya, di Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat. Selain membongkar tas dan laptop, IZH juga tidak memberikan pertolongan medis kendati dirinya sudah dalam kondisi babak belur ketika itu.

"Tidak betul kalau dia memberikan pengobatan kepada saya, tidak sama sekali. Justru peran dia sejak awal, dia dan suaminya (SA) yang sampai sekarang belum tahu keberadaannya, itu yang membuka tas laptop saya, dan juga tas yang satu lagi," ujar Ninoy, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (18/10/2019).

Ninoy menegaskan, pasangan suami-istri ini berperan memerintahkan dan mengambil laptop serta telepon genggamnya. "Kemudian, diserahkan ke salah satu tersangka yang namanya Fauzan," ungkapnya.

Ninoy menuturkan, dirinya sempat berbicara kepada IZH agar tidak dibunuh. Namun, IZH menyampaikan kalau itu bukan wewenangnya.

"Saya pernah minta kalau jangan dibunuh, itu saat interogasi pertama. 'Tolong saya dipulangkan'. Dia mengatakan bukan wewenang saya. Berikutnya setelah ultimatum pembunuhan, saya juga minta ke dokter I bahwa, 'Tolong saya jangan dibunuh'. Dia bilang 'Kamu jangan minta ke saya, minta saja ke Allah untuk keselamatan'. Dan, ada lagi kesempatan dia duduk di samping saya, dia menasehati saya bahwa saya jangan dukung pemerintahan zalim, jangan bela dan seterusnya, sebagai muslim. Itu yang dokter I sampaikan," katanya.

Ninoy menyampaikan, tidak benar kalau dokter IZH memberinya obat. Dia justru mendapatkan obat tetes dari seseorang yang mengenakan pakaian gamis berwarna hitam.

"Saya diberi obat tetes oleh seseorang yang pakai gamis hitam, itu sejak awal saya dipukuli dialah yang memberikan obat tetes ke mulut saya yang berdarah-darah. Ini tidak benar dokter I memberikan obat ke saya, justru yang kasih obat orang lain," tegasnya.

Menurut Ninoy, dokter IZH memang tidak ikut memukul, namun dia dan suaminya merupakan orang yang memberikan perintah untuk membuka laptop.

"Kemudian, memberikan ke Fauzan dan tersangka lain, dan melihat-lihat isi dan dia juga menyimpan (laptop) sama suaminya di rak, di dalam masjid. Jelas (IZH) ikut interogasi saya," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com