Ini Alasan Polisi Tangkap Dokter IZH di Kasus Ninoy

Ini Alasan Polisi Tangkap Dokter IZH di Kasus Ninoy
Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan satu orang yang masih tahap pengejaran merupakan aktor intelektual.
Bayu Marhaenjati / CAH Kamis, 17 Oktober 2019 | 16:07 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya membenarkan telah mengamankan dan menetapkan dokter IZH sebagai tersangka terkait kasus penganiayaan terhadap pegiat media sosial Ninoy Karundeng. Perannya, turut melakukan interogasi dan tidak membantu Ninoy yang sudah dalam kondisi babak belur.

"Membiarkan, malah ikut-ikut menginterogasi dengan suaminya yang sama-sama tenaga medis," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Suyudi Ario Seto, Kamis (17/10/2019).

Baca JugaSeorang Dokter Turut Ditangkap Terkait Kasus Ninoy

Suyudi membenarkan, kalau IZH merupakan seorang dokter, namun saat ini tidak praktik di rumah sakit.

"Betul bahwa IZH adalah seorang dokter, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi. Namun, IZH hingga saat ini tidak bekerja di RS manapun, hanya bekerja sebagai freelance dokter di rumahnya," ungkap Suyudi.

Baca Juga: Tersangka Kasus Penganiayaan Ninoy Jadi 14 Orang

Suyudi menyampaikan, pada saat aksi unjuk rasa, IZH diajak suaminya berinisial SA yang saat ini buron, untuk menjadi relawan medis dalam rangka perawatan para pendemo yang terluka atau terkena gas air mata.

"Sebagai seorang tenaga medis, dia tidak ada upaya membantu seseorang yang sudah babak belur dianiaya banyak orang. Padahal korban (Ninoy), dalam keadaan butuh dukungan medis. Malah ikut-ikutan interogasi korban Ninoy dan tidak bantu medis terhadap Ninoy padahal Ninoy babak belur. Suaminya SA, sudah jadi DPO (Daftar Pencarian Orang)," katanya.

 



Sumber: BeritaSatu.com