Ninoy Bantah Pernyataan Pengurus DKM Kalau Dirinya Tidak Dianiaya

Ninoy Bantah Pernyataan Pengurus DKM Kalau Dirinya Tidak Dianiaya
Ninoy Karundeng ( Foto: BeritasatuTV )
Bayu Marhaenjati / CAH Jumat, 11 Oktober 2019 | 06:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pegiat media sosial Ninoy Karundeng, korban penculikan dan penganiayaan, membantah pernyataan salah satu pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al Falah bernama Iskandar yang menyampaikan tidak ada pemukulan serta penganiayaan di dalam masjid.

Menurut Ninoy, ketika kejadian dirinya tidak melihat Iskandar berada di lokasi. Dia pun meminta agar Iskandar mengklarifikasi pernyataannya itu, atau sebagai korban dirinya akan membuat laporan polisi terkait penyebaran berita bohong.

"Berkenaan dengan beredarnya video yang menyatakan tidak pernah terjadi pemukulan di Masjid Al-Falah lantai 1, saya sebagai korban, apa yang disampaikan oleh bapak Iskandar, baru saja ya, dikonfrontir di Resmob ini, saya tidak pernah melihat pak Iskandar di dalam masjid tersebut," ujar Ninoy, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (10/10/2019).

Baca JugaDiperiksa soal Kasus Ninoy, Novel Mengaku Tak Berada di Lokasi

Dikatakan Ninoy, para tersangka yang melakukan pemukulan, yang mengancam mau membunuh, dan yang mengambil data-datanya sudah mengakui.

"Para tersangka yang melakukan pemukulan, yang mengancam mau membunuh sudah mengakui, dan orang yang mengambil data saya, mencuri data saya sudah mengakui ada pemukulan di dalam masjid. Ada bukti juga bahwa salah satu tersangka mengambil gambar situasi di dalam masjid tersebut, di mana saya ada di dalamnya," ungkapnya.

Baca JugaNinoy Tegaskan Surat "Tidak Dianiaya" Ditulis di Bawah Ancaman

Ninoy menyampaikan, pernyataan Iskandar di media kalau tidak ada pemukulan merupakan fitnah.

"Oleh sebab itu saya mohon pak Iskandar untuk mencabut, memberikan klarifikasi bahwa apa yang disampaikan tidak benar. Jika tidak dilakukan, saya sebagai orang yang mengalami pemukulan seperti ini, diancam dibunuh, saya akan melaporkan ke pihak kepolisian untuk penyebaran berita bohong. Itu yang saya lakukan," katanya.

Sebelumnya diketahui, Iskandar selaku pengurus DKM Masjid Al-Falah Pejompongan, sempat menyatakan kepada media kalau tidak ada peristiwa penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng, di dalam masjid. Menurutnya, relawan Jokowi-Amin itu dipukuli di luar masjid.



Sumber: BeritaSatu.com