Kampung Akuarium Dijadikan Kawasan Wisata Budaya Sejarah

Kampung Akuarium Dijadikan Kawasan Wisata Budaya Sejarah
Petugas Satpol PP DKI Jakarta membongkar tenda darurat di Kampung Akuarium Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa, 29 Mei 2018. ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Lenny Tristia Tambun / FER Rabu, 9 Oktober 2019 | 15:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, akan membangun kembali kawasan Kampung Akuarium, yang berlokasi di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Kampung ini, sempat digusur oleh Basuki Tjahaja Purnama (BTP) saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Anies Baswedan rencananya akan membangun Kampung Akuarium menjadi sebuah kawasan wisata budaya sejarah. Karena, sewaktu melakukan penggusuran pada era BTP, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menemukan benteng peninggalan zaman Belanda yang tenggelam di dekat pemukiman warga yang digusur.

Baca Juga: Anies Ingin Kampung di Jakarta Lebih Layak Huni dan Sehat

Menurut Anies Baswedan, benteng tersebut akan direhabilitasi sesuai ketentuan mengenai bangunan cagar budaya. Tidak lupa dalam perencanaan membangun Kampung Akuarium sebagai kawasan wisata budaya sejarah, termasuk bentengnya, akan melibatkan pakar cagar budaya dan aspirasi dari warga Kampung Akuarium.

"Semua ketentuan mengenai cagar budaya, kita akan ikuti. Jadi, dalam perencanaannya pun, kita mendengarkan warga, mendengarkan pakar cagar budaya. Sehingga nanti, tempat ini benar-benar menjadi semacam kawasan wisata budaya sejarah,” kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Dalam perencanaan pembangunannya nanti, lanjut Anies Baswedan, nanti Kampung Akuarium akan tersambung dengan kawasan wisata Kota Tua. Sehingga, warga Jakarta dapat menikmati wisata budaya dan sejarah mulai dari Kampung Akuarium hingga Kota Tua.

“Dari mulai Masjid Luar Batang, kemudian Pelabuhan Sunda Kelapa, kemudian Kampung Akuarium, terus ke bawah sampai ke Kota Tua. Itu sebagai sebuah rangkaian. Jadi pasti itu diperhatikan,” ujar Anies Baswedan.

Baca Juga: PPK Kemayoran Kenalkan 3 Relief Bersejarah

Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI akan membangun kembali Kampung Akuarium pada 2020. Kampung Akuarium akan dibangun dengan konsep rumah berlapis, yakni permukiman yang dibangun secara vertikal, namun maksimal hanya memiliki empat lantai. Permukiman yang dibangun akan ada 142 hunian dengan tipe 27 meter persegi

Seperti diketahui, Kampung Akuarium digusur era BTP pada 11 April 2016. BTP ingin membangun sheetpile di tempat berdirinya bangunan warga di samping Museum Bahari dan Pasar Ikan. Tanggul juga harus dibangun untuk mencegah air laut masuk.

Tetapi, dalam proses pengurukan usai penertiban, Pemprov DKI menemukan benteng peninggalan zaman Belanda yang tenggelam di dekat permukiman. Lalu, BTP pun ingin merestorasi benteng itu.

Penemuan ini, membuat BTP semakin tidak bisa memenuhi permintaan warga membuat kampung susun di Kampung Akuarium. Apalagi, lahan itu milik badan usaha milik Pemprov DKI, Perumda Pasar Jaya.



Sumber: BeritaSatu.com