Munarman Penuhi Panggilan Pemeriksaan

Munarman Penuhi Panggilan Pemeriksaan
Munarman. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / CAH Rabu, 9 Oktober 2019 | 12:13 WIB

Jakarta, Beritasatu-Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman, memenuhi panggilan polisi untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap pegiat media sosial Ninoy Karundeng, di Mapolda Metro Jaya, hari ini, Rabu (9/10/2019).

Munarman yang mengenakan kemeja warna hijau tosca, datang bersama kuasa hukumnya ke Gedung Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, sekitar pukul 11.20 WIB. Dia tidak memberikan pernyataan terkait panggilan pemeriksaan, dan kemudian langsung masuk ke dalam ruangan penyidik.

Sementara itu, Samsul Bahri selaku kuasa hukum Munarman mengatakan, kehadiran mereka ke Polda Metro Jaya untuk memberikan klarifikasi.

Baca Juga: Polisi Tetapkan 13 Tersangka Penganiaya Ninoy Karundeng

"Prinsipnya kita ke sini memberikan klarifikasi. Ada panggilan menyebutkan bahwa salah satu tersangka berkomunikasi dengan bapak Haji Munarman," ujar Samsul, Rabu (9/10/2019).

Diketahui sebelumnya, nama Munarman mencuat ketika salah satu tersangka berinisial S yang menjabat sebagai Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) atau pengurus Masjid Al-Falah Pejompongan, diduga melaporkan peristiwa perihal penganiayaan Ninoy kepada Munarman.

"Dia (tersangka S) perannya, ada di lokasi kejadian, kemudian yang bersangkutan memerintahkan menyalin data dari pada data yang ada di laptop. Kemudian dia melaporkan semuanya kepada pak Munarman (Sekum FPI). Selanjutnya, dia juga dapat perintah untuk hapus CCTV, dan kemudian juga untuk tidak menyerahkan semua data kepada pihak kepolisian," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Senin (7/10/2019) kemarin.

Baca Juga: Munarman Bantah Terima Laporan soal Penganiayaan Ninoy

Sementara itu, Munarman mengaku baru mengetahui peristiwa itu dari media online dan media sosial. "Lalu salah satu pengurus masjid, beberapa hari setelah peristiwa konslutasi hukum ke saya, dan saya minta supaya rekaman CCTV mesjid saya dikasih agar saya bisa asassment situasinya dalam rangka kepentingan hukum calon klien," katanya.

Hingga saat ini, penyidik telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka terkait kasus penculikan dan penganiayaan Ninoy Karundeng. Mereka atas nama, AA, ARS, YY, RF, B, S, TR, SU, ABK, IA, R, BD -Bernard Abdul Jabbar-, dan Fery.

Dari jumlah tersebut, 12 tersangka diantaranya dilakukan penahanan, sementara satu tersangka tidak ditahan karena menderita sakit. Para pelaku terancam dijerat Pasal 170 KUHP, Pasal 335 KUHP dan Undang-undang ITE.



Sumber: BeritaSatu.com