Pemkot Bekasi Canangkan Program 150.000 Wirausaha Baru

Pemkot Bekasi Canangkan Program 150.000 Wirausaha Baru
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Wira Teknologi Indonesiaā€ˇ, Senin, 30 September 2019 lalu. ( Foto: SP/Mikael Niman )
Mikael Niman / FER Rabu, 2 Oktober 2019 | 15:59 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - ‎Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menggandeng PT Wira Teknologi Indonesia, pengembang aplikasi Wiranesia Inkubator‎, dalam mencetak wirausaha baru di kalangan anak muda, sekaligus sebagai upaya menekan angka pengangguran.

"‎Pemerintah Kota Bekasi menargetkan 150.000 wirausaha baru, sebagai langkah menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi pengangguran khususnya anak muda," ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Rabu (2/10/2019).

Menurut Rahmat Effendi, Wiranesia Inkubator merupakan platform untuk menciptakan wirausaha baru dan mewujudkan wirausaha naik kelas melalui program skill up dengan memanfaatkan teknologi digital yang didasari penerapan Industri 4.0.

Adapun tahapan yang harus dilalui oleh warga Kota Bekasi adalah mendaftarkan dan memilih program sesuai dengan kebutuhannya di situs Wiranesia dan kemudian mengikuti pelatihan secara online untuk mendapatkan e-sertifikat, yang kemudian dilanjutkan dengan peningkatan volume penjualan mereka melalui aplikasi market place Wiranesia Inkubator yang dapat diunduh melalui telepon seluler.

Founder Wiranesia Inkubator, Faransyah Agung Jaya, mengatakan, pihaknya mengapresiasi keinginan Pemkot Bekasi mengatasi jumlah pengangguran di Kota Bekasi. Dia meyakini, Wiranesia Inkubator dapat mencetak banyak wirausaha b‎aru, terutama dari lulusan SMK Kota Bekasi.

"Insyaallah, akan banyak pengusaha muda baru tangguh yang tumbuh menjadi penopang ekonomi Kota Bekasi," ujar pria yang kerap disapa Faran ini.

Faran menambahkan, saat ini pihaknya mengemban amanah sebagai anggota Dewan Riset Daerah pada Pemeritah Provinsi DKI Jakarta. Pemprov DKI tengah menggodok formula sinergitas antarpemerintah kota dan kabupaten se-Jabodetabek untuk menumbuhkan UMKM baru dan naik kelas, khususnya bagi anak muda.

"Ada dua program yang dikembangkan dalam mencetak wirausaha baru dan program skill up. Untuk program yang pertama, mencetak wirausaha baru, ditujukan kepada lulusan SMK yang belum bekerja dan tidak kuliah," jelas Faran.

Saat ini yang terjadi, kata Faran, lulusan SMK menjadi driver ojek online (ojol). Memang tidak ada persoalan dengan pengemudi ojol, tapi itu bukan solusi mengatasi pengangguran jangka panjang.

"Untuk sementara waktu, masih oke tapi kalau seterusnya menjadi ojol, bagaimana kalau fisik kita tidak mampu lagi menjadi pengemudi ojol? Pendapatan kita akan berhenti. Nah, ‎kita hadir untuk mengatasi persoalan itu dalam jangka panjang dengan memberikan pelatihan wirausaha baru.‎ Walaupun fisik lagi sakit, bisnis kita tetap berjalan," kata Faran.

Selain mencetak wirausaha baru di kalangan milenial, Wiranesia Inkubator‎ juga memberikan program skill up bagi semua umur yang telah memiliki usaha sendiri untuk ditingkatkan pendapatannya.

"Program skill up ini lebih kepada peningkatan omzet. Kita ingin melakukan digitalisasi terhadap semua usaha atau bisnis yang ikut program ini," tandas Faran.



Sumber: Suara Pembaruan