BPRD DKI Gencarkan Sosialisasi Keringanan Pajak Daerah

BPRD DKI Gencarkan Sosialisasi Keringanan Pajak Daerah
Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta gencarkan sosialisasi keringanan pajak daerah di kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (22/9/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FER Minggu, 22 September 2019 | 18:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta gencarkan sosialisasi keringanan pajak daerah di kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (22/9/2019).

Baca Juga: DKI Beri Diskon Sanksi Pajak Kendaraan Bermotor 50 Persen

Wakil Kepala BPRD DKI Jakarta, Yuandi Bayak Miko mengatakan sosialisasi yang dimulai dari pukul 06.30 - 10.30 WIB di Silang Patung Bundaran HI, Jakarta Pusat. Kegiatan ini akan dilakukan setiap minggunya di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB). Adapun potensi Pajak Kendaraan Motor (PKB) yang ditargetkan sekitar Rp 100 juta setiap minggunya.

"Makanya dalam rangka keringanan pajak ini kita sosialisasikan sampai 30 Desember. Kita terus gencar lakukan sosialisasikan ini. Kita targetkan agar penerimaan dari setiap car free day itu bisa mencapai Rp 100 juta, ini sedang berjalan terus, kita proses terus. Untuk pelaksanaannya dari jam 06.30 sampai jam 10.30 WIB," kata Yuandi saat ditemui di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (22/9/2019).

Baca Juga: Baru 20 Pemilik Ferrari di DKI Bayar Pajak

Ternyata, kegiatan sosialisasi tersebut mendapatkan perhatian dari warga Jakarta yang berolahraga. Terlihat puluhan warga yang rela mengantri dengan ditemani sanak saudaranya untuk membayar Pajak Kendaraan Bermotor.

Salah satu warga Tanah Abang, Jakarta Pusat, Muhammad Febriansyah (20) mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sangat responsif dengan memberikan pelayanan samsat keliling pada car free day. Sehingga, ia tidak perlu repot-repot untuk mengantri membayar Pajak Kendaraan Bermotor.

"Lebih mudah bayarnya, perpanjangan PKB. Cuma bawa KTP dan STNK saja," kata Muhammad Febriansyah.

Baca Juga: BPRD DKI Targetkan 12.000 Wajib Pajak

Sedangkan, warga Menteng, Asih mengatakan dalam melakukan pembayaran, ia tidak perlu repot-repot untuk mencari mesin ATM. Sebab, pihak BPRD juga bekerjasama dengan Bank DKI agar semakin mudah dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor.

"Bagus sih, prosesnya lebih cepat aja. Kalau disini kan pas momentnya ada car free day, kebanyakan kalau hari biasa kan orang malas keluar. Modalnya bawa KTP dan STNk, kalau di kantor Samsat mesti ngantri. Disini lebih santai sambil olahraga,” jelas Asih.



Sumber: BeritaSatu.com