2.000 Personel Gabungan Amankan Unras di DPR

2.000 Personel Gabungan Amankan Unras di DPR
Ilustrasi polisi. ( Foto: Antara/Rahmad )
Bayu Marhaenjati / FMB Jumat, 20 September 2019 | 14:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - TNI-Polri mengerahkan 2.000 personel gabungan untuk mengamankan kegiatan aksi unjuk rasa yang dilakukan sekelompok massa mak-mak dan mahasiswa, dengan tajuk, "Gerakan 20 September", di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, hari ini.

"Kami siapkan untuk mengamankan unjuk rasa di DPR, sekitar 2.000 personel gabungan TNI-Polri dan unsur pemerintah daerah," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Jumat (20/9/2019).

Dikatakan Argo, polisi telah menyiapkan rekayasa lalu lintas, apabila jumlah massa yang melakukan aksi sampai mengganggu kendaraan yang melintas. Namun, sifatnya situasional bergantung kondisi di lapangan. "Rekayasa lalu lintas situasional ya," ungkap Argo.

Diketahui, sejumlah massa yang mengatasnamakan diri Barisan Emak-emak Militan dan mahasiswa se-Indonesia menggelar aksi unjuk rasa, di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat.

Berdasarkan selebaran yang beredar di media sosial, aksi bertajuk "Gerakan 20 September" itu, menolak kepemimpinan Jokowi yang dinilainya gagal menyejahterakan rakyat dan mengabaikan kepentingan bangsa.



Sumber: BeritaSatu.com