Polisi Gagalkan Peredaran Sabu-sabu yang Dikemas dalam Sepatu

Polisi Gagalkan Peredaran Sabu-sabu yang Dikemas dalam Sepatu
Ilustrasi ( Foto: Antara/Adiwinata Solihin )
Bayu Marhaenjati / BW Selasa, 17 September 2019 | 23:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, membekuk delapan tersangka terkait kasus peredaran narkotika jenis sabu-sabu jaringan Malaysia-Batam-Jakarta. Modusnya, narkoba itu dikemas di dalam sepatu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Selasa (17/9/2019), mengatakan, delapan tersangka yang ditangkap berinisial RD, Zul, Wan, Lis, TK, Min, Bus, dan Joel. Empat tersangka lainnya, Him, Yan, Bul, dan UR masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dikatakan Argo, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait suatu kegiatan peredaran narkotika jenis sabu-sabu, di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, awal Agustus 2019 lalu. Tim penyidik kemudian turun ke lapangan dan melakukan penyidikan.

"Ternyata betul, di sebuah hotel, di daerah Kebon Bawang, Tanjung Priok, diamankan dua tersangka inisial RD dan Zul. Di dalam kamar kami menemukan barang bukti sabu seberat 350 gram dan satu klip sabu-sabu seberat 92 gram, kemudian sepatu," ungkap Argo.

Argo menyampaikan, modus tersangka adalah mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu yang dikemas ke dalam sepatu, dan kemudian dibawa dari Batam menuju Jakarta.

"Jadi ternyata tersangka ini dari Batam ke Jakarta membawa ini dimasukkan ke dalam sepatu, diinjak dan dipakai. Narkotikanya, posisinya diinjak di dalam sepatu. Tentunya dipas-paskan," kata Argo.

Argo melanjutkan, setelah menangkap dua tersangka RD dan Zul, penyidik melakukan pengembangan. Kemudian, penyidik berhasil menangkap enam tersangka lainnya, di Jakarta Timur, Banten, dan Batam.

"Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan hukan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar," katanya.

Sementara itu, Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, penyidik menangkap empat tersangka di Jakarta dan Banten, kemudian empat tersangka lainnya, di Batam.

"Jadi tersangka Wan memerintahkan Rud dan Zul untuk membawa dua pasang sepatu yang isinya 1,5 kilogram sabu-sabu dari Pelabuhan Batam ke Tanjung Priok, Jakarta. Tersangka Wan mengemas ke dalam sepatu, tersangka Rud dan Zul yang membawa ke Jakarta. Sepatu itu digunakan," kata Calvijn.

Sesampainya di Jakarta, keduanya ditangkap penyidik di sebuah hotel. Namun, pada saat penggeledahan hanya menemukan 350 gram sabu-sabu.

"Pengakuanya, 1 kilogram sudah diserahkan ke tersangka Lis. Saat penangkapan di kontrakan Lis, ditemukan 1.080 gram sabu-sabu. Ini diperintahkan tersangka TK untuk mengambilnya, sementara tersangka TK diperintahkan oleh tersangka Min," ucapnya.

Calvijn menjelaskan, tersangka Min ternyata memesan barang haram itu dari tersangka UR dan tersangka lain yang masih buron.



Sumber: BeritaSatu.com