Buku Uji Kir Banyak Dipalsukan, DKI Luncurkan Simpel PKB

Buku Uji Kir Banyak Dipalsukan, DKI Luncurkan Simpel PKB
Ilustrasi uji kelaikan kendaraan atau kir. ( Foto: Istimewa )
Lenny Tristia Tambun / WBP Selasa, 17 September 2019 | 15:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Selain memimpin jalannya Upacara Hari Perhubungan Nasional, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meluncurkan Sistem Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor (Simpel PKB) Terintegrasi secara nasional di Monas, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Anies Baswedan menjelaskan Simpel PKB merupakan suatu layanan pengisian kendaraan bermotor dengan teknologi digitalisasi. Semua data pemilik kendaraan dan hasil pengujian kendaraan bermotor terekam dalam satu kartu pintar (smart card) seperti kartu anjungan tunai mandiri (ATM) dengan chip.

Smart card ini akan menjadi pengganti buku uji kir. Jadi isinya buku uji kir ada di dalam smart card. Jadi tadi peluncuran terkait digitalisasi pelayanan pengujian kendaraan bermotor,” kata Anies Baswedan di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019).

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Perhubungan DKI, Syafrin Liputo mengatakan peluncuran Simpel Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) dilakukan untuk mencegah terjadinya pemalsuan buku uji kir.

“Mulai bahari ini pengujian kendaraan bermotor sudah terintegrasi dan menggunakan smart card, tidak lagi buku uji kir. Karena sampai saat ini, buku uji kir banyak dipalsukan. Maka dengan smart card ini, seluruh data pengujian terintegrasi secara nasional,” kata Syafrin Liputo.

Keunggulan lain lanjut Syafrin Liputo, adalah pembayaran biaya uji atau retribusi uji dilakukan secara cashless. “Jadi seluruhnya secara digitalisasi, sudah dilakukan dalam pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor di Jakarta. Bayarnya cashless di Bank DKI,” kata Syafrin Liputo.

Dijelaskannya, smart card Simpel PKB ini akan menjadi pengganti buku uji kir yang di dalamnya sudah terdapat data kendaraan yang diuji. Sehingga potensi pemalsuan buku uji kir yang selama ini terjadi dapat dihilangkan.

“Karena begitu dilakukan pemeriksaan kartu uji, maka data terkoneksi langsung dengan database Dinas Perhubungan dan data kendaraan tersebut tidak bisa dimanipulasi,” tegas Syafrin Liputo.



Sumber: BeritaSatu.com