DKI Sudah Salurkan KJMU ke 5.061 Mahasiswa Tak Mampu

DKI Sudah Salurkan KJMU ke 5.061 Mahasiswa Tak Mampu
Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Lenny Tristia Tambun / FER Rabu, 11 September 2019 | 18:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah menyalurkan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) kepada 5.061 mahasiswa yang menempuh pendidikan di universitas negeri.

KJMU baru diberikan kepada mahasisiwa tidak mampu sejak tahun 2018. Pada tahun lalu, KJMU telah diberikan kepada 4.386 mahasiswa. Kemudian di tahun 2019, ada tambahan sebanyak 675 mahasiswa. Sehingga total penerima KJMU ada 5.061 mahasiswa.

Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI, Syaefullah Hidayat, mengatakan jumah tersebut masih akan terus bertambah, tergantung dengan pengajuan dari mahasiswa. Nanti pengajuan KJMU tersebut akan dilakukan proses verifikasi oleh Dinas Pendidikan DKI.

"Tahap satu tadi ada 5.0661 orang. Sangat mungkin ada nanti yang akan mengajukan tambah. Kita lakukan proses verifikasi selama memenuhi syarat. Nanti akan kita lakukan pencairan di tahap selanjutnya. Yang daftar lagi sepanjang memenuhi syarat. Yang tahun lalu dapat, tahun ini dapat lagi,” kata Syaefullah Hidayat.

Untuk tahap kedua, sedang dalam proses verifikasi. Ditargetkan, pencairan dana KJMU akan dilakukan pada November 2019. Artinya, dalam tahap dua nanti, terdiri dari mahasiswa yang sudah terdaftar dalam tahap satu dan mahasiswa baru yang baru mendaftar di tahap dua.

"Untuk tahap dua kalau masyarakat kita ingin mengajukan, silakan daftar melalui website secara online. Nanti akan dilakukan verifikasi, kemudian akan ditetapkan siapa-siapa saja yang menerima," papar Syaefullah Hidayat.

KJMU diberikan untuk membiayai empat tahun pendidikan di perguruan tinggi negeri. Untuk satu semester, peserta KJMU diberikan dana sebesar Rp 9 juta per orang. Artinya, untuk dua semester atau satu tahun, peserta KJMU diberikan dana sebesar Rp 18 juta untuk membiayai kuliah mereka.

"Sepanjang dia masuk kategori miskin, enggak mampu, tetapi kita bantu. Jadi tidak hanya dikasih pas tingkat satu doang. Entar kalau kuliah di tingkat dua gimana? Jadi kita berikan sampai kuliahnya tuntas empat tahun," terang Syaefullah Hidayat.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Derah (APBD) DKI Jakarta, Pemprov DKI telah mengalokasikan anggaran untuk KJMU sebesar Rp 146,88 miliar. Kartu sudah diberikan kepada 5.061 mahasiswa yang langsung berisi saldo sebesar Rp 9 juta.

"Begitu KJMU diberikan, sudah ada isinya sebesar Rp 9 juta. Kemarin pembagiannya melalui Bank DKI," terang Syaefullah Hidayat.

Dijelaskannya, KJMU merupakan program pendidikan untuk membantu warga Jakarta yang berasal dari keluarga tidak mampu dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bila tingkat SD, SMP, SMA dan SMK sudah ada Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, maka untuk tingkat perguruan tinggi diberikan bantuan pembiayaan melalui KJMU.

Untuk mendapatkan KJMU, harus memenuhi beberapa syarat. Diantaranya, warga tidak mampu, memiliki KTP DKI Jakarta dan mendapatkan perguruan tinggi negeri manapun di Indonesia.

"Mereka mengajukan permohonan ke Dinas Pendidikan DKI. Bagi yang kebetulan tidak dapat bersekolah di universitas negeri, tenang masih ada salurannya. Melalui Yayasan Beasiswa Jakarta,” ungkap Syaefullah Hidayat.



Sumber: BeritaSatu.com