PSI: Jika Tak Sesuai Kriteria, PSI Bakal Walk Out Saat Pemilihan Wagub DKI Jakarta

PSI: Jika Tak Sesuai Kriteria, PSI Bakal Walk Out Saat Pemilihan Wagub DKI Jakarta
Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berkunjung ke Berita Satu Media Holdings, Rabu, 28 Agustus 2019. ( Foto: SP/Joanito de Saojoao )
Yustinus Paat / WM Kamis, 29 Agustus 2019 | 21:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan bahwa pihaknya bakal melakukan walk out pada saat pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta jika nama yang diusulkan partai pengusung tidak sesuai kriteria PSI. Karena itu, PSI minta partai pengusung mengajukan dua nama yang secara kualitas dan integritas layak memimpin DKI Jakarta bersama Anies Baswedan.

"Kalau dua nama tidak sesuai kriteria PSI, maka kita akan walkout dari pemilihan Cawagub DKI Jakarta," ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia DKI Jakarta Michael Victor Sianipar saat bertemu dengan Pimpinan Media Suara Pembaruan dan Beritasatu.com di Lantai 9, Plaza Beritasatu, Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

PSI, kata Michael, sudah mempunyai suara di DPRD DKI Jakarta yang bisa mempengaruhi keterpilihan. Dia memastikan 8 suara PSI di DPRD akan bulat mendukung dan memilih cawagub yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetap PSI.

"PSI tentunya punya kriteria untuk cawagub nanti, seperti orang yang antikorupsi, antiintoleransi, transparan, berintegritas, tidak mempunyai cacat hukum dan kriteria-kriteria lainnya," ungkap dia.

Michael juga menegaskan bahwa suara para kader PSI di DPRD tidak bisa dibeli oleh siapapun. PSI akan memilih cawagub yang berkualitas, berintegritas dan visioner.

"Kita juga mendorong agar dua cawagub melakukan debat publik. Sebaiknya dilakukan DPRD, tetapi kalau DPRD tidak bisa, maka PSI akan menggelarkan debat publik cawagub tersebut sehingga publik bisa mengetahui cawagub DKI Jakarta mendatang," pungkas Michael.

Sampai saat ini, Wagub DKI Jakarta masih kosong sejak ditinggalkan Sandiaga Salahuddin Uno pada Agustus 2018 lalu. Partai pengusung, Gerindra dan PKS tak kunjung menyepakati dua nama cawagub DKI Jakarta. Hal inilah yang membuat DPRD belum bisa menggelarkan rapat paripurna untuk memilih Wagub DKI Jakarta.



Sumber: BeritaSatu.com