Mal Pelayanan Publik Kota Bogor Resmi Dibuka

Mal Pelayanan Publik Kota Bogor Resmi Dibuka
Pendiri Lippo Grup Mochtar Riady memberikan sambutan saat peresmian Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor di Lippo Plaza Keboen Raya Bogor, Jalan Padjajaran, Senin (2/8/2019). ( Foto: Berita Satu / Vento Saudale )
Vento Saudale / BW Senin, 26 Agustus 2019 | 13:47 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Setelah dua pekan melakukan uji coba, Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor resmi dibuka, Senin (26/8/2019). MPP ini berada di Lippo Plaza Keboen Raya Bogor, yang terletak di Jalan Padjajaran.

Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) berharap pusat pelayanan publik di kota hujan ini mengakomodasi kebutuhan masyarakat atas pelayanan publik secara tepat dalam satu titik.

Acara peresmian secara langsung dibuka Menteri PAN RB Syafruddin, didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya dan disaksikan pendiri Lippo Grup Mochtar Riady, juga Senior Executive Lippo Grup Ginanjar Kartasasmita, dan CEO Lippo Grup John Riady.

Syafruddin dalam sambutannya menuturkan, MPP di Bogor merupakan MPP ke-17 di Indonesia dan pertama di Jawa Barat. Ia pun berharap dengan adanya pelayanan publik di mal dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang terintegrasi dalam satu tempat.

“MPP ini merupakan salah satu inovasi program pemerintah kita sekarang. Guna mendukung akselerasi pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Di mana dengan sistem online, sehingga yang terlayani tidak perlu mengantre dan terpadu dalam satu titik,” paparnya.

Kata dia, dalam lima tahun terakhir inovasi-inovasi pelayanan terus dikembangkan. Jumlah pelayanan mencapai 14.000 pelayanan publik. Hingga Agustus ini, mencapai 3.156 inovasi.

“Untuk MPP sendiri, kami berkomitmen untuk membangun 35 lagi. Sehingga MPP serupa menjadi 52 dan hanya Bogor yang menggunakan sistem aplikasi. Mungkin bisa menjadi pilot project untuk yang akan mengembangkan MPP,” papar Syafruddin.

Pendiri Lippo Grup Mochtar Riady mengapresiasi dan merasa bangga diberikan kesempatan ikut serta dalam pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

“Ini merupakan dasar pembangunan dalam meningkatkan kemampuan manusia Indonesia. Kita sangat berbangga bisa diberikan kesempatan oleh wali kota untuk ikut serta dalam pelayanan pemerintah kepada masyarakat,” tuturnya.

Ia juga mencermati bahwasanya dunia sudah dihadapi perubahan zaman dari sisi teknologi. Mochtar pun merasa Presiden Joko Widodo menaruh perhatian dalam perubahan-perubahan saat ini.

“Kita perlu partisipasi di dalam perubahan-perubahan ini. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang mengizinkan dan mengajak kita bisa berpartisipasi dalam pelayanan pemerintah kepada masyarakat,” tambah Mochtar.

Daring
Sekadar diketahui, sebagai implementasi dari Bogor Berlari yang dicanangkan oleh Wali Kota Bogor pada 2019 ini, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bogor sedang memproses penyelesaian pembangunan MPP sebagai salah satu inovasi dalam memberikan pelayanan publik yang lebih baik.

Bima Arya menyebut, reformasi birokrasi saat ini berjalan dengan menitikberatkan kepada kecanggihan teknologi dan sistem komunikasi informasi. Menurut Bima, pelayanan yang ada kini merupakan pelayanan publik yang memaksimalkan kecanggihan teknologi.

“Di Graha Tiyasa ini dipadukan dua hal, pertama adalah layanan daring yang selama beberapa tahun terakhir sudah diimplementasikan oleh Pemkot Bogor. Kedua layanan langsung secara fisik melayani warga, karena tidak semua warga cukup familiar dengan daring,” katanya.

Dua hal itu pula lah yang menurut Bima, membedakan MPP Kota Bogor dengan daerah lainnya. Belum lagi ditambah dengan keleluasaan warga yang bisa mendaftar dahulu melalui daring.

“Jadi warga bisa mendaftarkan dulu via daring, memilih layanan di mana, menyiapkan dokumentasi nya, jadi memudahkan warga,” katanya.

Dikatakan Bima, berdasarkan kajian Pemkot Bogor di beberapa daerah, hal yang paling penting di MPP adalah sosialisasi. Hal ini lantaran MPP di beberapa daerah tidak terlalu ramai. Entah karena kendala geografis dengan rentang jarak yang jauh, atau warga yang tidak terlalu paham bagaimana mengunduh aplikasi.

“Di atas itu semua, MPP juga mengedepankan semangat kolaborasi, berbagai instansi berbeda. Kami berterima kasih ke Lippo Group sehingga bisa terlaksana MPP di sini,” tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com