Pantas Nainggolan dan Syarif Jadi Pimpinan Sementara DPRD DKI

Pantas Nainggolan dan Syarif Jadi Pimpinan Sementara DPRD DKI
Pantas Nainggolan dari PDIP dan Syarif dari Gerindra Dipilih Menjadi Pimpinan Sementara DPRD DKI, ( Foto: Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / CAH Senin, 26 Agustus 2019 | 13:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan, Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD DKI membacakan keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo terkait pengangkatan pimpinan sementara DPRD DKI selama alat kelengkapan dewan belum terbentuk.

Pejabat Setwan DPRD DKI, Dame Aritonang mengatakan sesuai dengan keputusan Mendagri Nomor 161.31-3766 tahun 2019 tertanggal 23 Agustus 2019 tentang Peresmian Pengangkatan DPRD DKI masa jabatan 2019-2024, selama pimpinan DPRD DKI belum terbentuk maka pimpinan sementara DPRD DKI akan dipilih untuk memimpin rapat anggota dewan yang baru.

“Dalam hal ini, berdasarkan aturan yang ada, pimpinan sementara terdiri atas ketua dan wakil ketua. Yang berasal dari dua partai politik yang paling terbanyak pertama dan kedua memperoleh suara,” kata Dame dalam rapat Paripurna Istimewa di DPRD DKI, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Berdasarkan surat keputusan dari DPD PDI Perjuangan DKI tertanggal 20 Agustus 2019 tentang penunjukan pimpinan sementara DPRD DKI, menunjuk Pantas Nainggolan sebagai Ketua Sementara DPRD DKI.

Lalu berdasarkan surat keputusan DPD Gerindra DKI tertanggal 24 Agustus 2019 tentang nama pimpinan sementara DPRD DKI, menunjuk Syarif sebagai Wakil Ketua Sementara DPRD DKI.

Seperti diberitakan, anggota DPRD DKI yang baru dilantik berdasarkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta Nomor 153/PL.01.9 – Kpt/31/Prov/VII/2019 tertanggal 12 Agustus 2019 tentang Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik Peserta Pemilu Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta tahun 2019.

Tercatat dalam keputusan tersebut ada 10 partai politik yang masuk dalam DPRD DKI periode 2019-2024. Dengan rincian, PDI Perjuangan memperoleh 25 kursi, Partai Gerindra 19 kursi, PKS 16 kursi, Partai Demokrat 10 kursi dan PAN 9 kursi.

Selanjutnya, PSI memperoleh delapan kursi, Partai Nasdem tujuh kursi, Partai Golkar enam kursi, PKB lima kursi dan PPP hanya satu kursi.



Sumber: Suara Pembaruan